Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYIDIK senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan meminta Presiden RI Joko Widodo bersedia mendukung lembaga antirasywah untuk menuntaskan kasus teror penyiraman air keras, seperti membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF).
Hal itu dikemukakan Novel kepada wartawan pada hari pertama menjalani aktivitas sebagai penyidik, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7).
"Setiap penyerangan ke pegawai KPK harus diungkap, jangan ditutupi. Kita tidak menuduh tapi apa adanya. Tidak bicara di wilayah abu-abu. Korupsi tidak akan bisa diberantas kalau ditutup-tutupi," katanya.
Ia menilai, alasannya meminta perhatian dari kepala negara cukup logis. Menurut dia, jika meminta kepada Korps Bhayangkara, hal itu sangat sulit lantaran selama ini pihak kepolisian terkesan enggan mengungkap perkara tersebut.
"Kenapa presiden bukan Polri sebagai istitusi? Karena polisi tidak mau mengungkap kasus ini. Karena itu saya minta ke atasannya polisi dan ini bukan karena saya marah. Saya memang sebagai korban, tapi karena pengungkapan pelaku teror dan mengungkapkan korupsi itu sama pentingnya dengan pemberantasan korupsi." tandasnya.
Novel mengaku petaka itu tidak akan membuat mentalnya jatuh maupun larut dalam kesedihan. Ia pun memastikan dirinya dan pihak keluarga telah memaafkan pelaku, serta tidak menaruh dendam. Novel menganggap penyerangan itu bukan hanya menyasar dirinya, melainkan ikut menyasar KPK.
"Semoga ke depan bapak presiden mau sungguh-sungguh untuk mendukung KPK dan lembaga lain. Tiidak hanya retorika atau kamuflase atau seremoni, karena korupsi sangat banyak dan efeknya sangat besar," pungkasnya.
Naas yang menimpa Novel terjadi pada 11 April 2017. Kala itu, korban disiram air keras oleh orang tak dikenal di dekat kediamannya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Bahkan, selama 16 bulan dilakukan penyelidikan, pelaku maupun dalang penyerangan belum jua ditemukan. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved