Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KALKULASI elektabilitas koalisi partai politik pendukung Presiden Joko Widodo disebut tertinggi. Itu berdasarkan hasil survei yang dikeluarkan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA. LSI menempatkan tiga parpol sebagai kandidat pemenang Pemilihan Umum 2019. Dominasinya dipegang oleh koalisi parpol pengusung Jokowi.
“Ada tiga parpol yang akan bersaing ketat di Pemilu 2019. Mereka ini akan bertarung memperebutkan suara,” ungkap peneliti senior LSI, Rully Akbar, di Jakarta, Kamis (26/7).
Hasil survei yang dilakukan LSI menunjukkan, tiga parpol diprediksi punya elektabilitas tinggi. Mereka ialah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Golongan Karya, dan Gerakan Indonesia Raya. Ketiganya diprediksi akan mendulang banyak suara di Pemilu 2019.
Mengacu hasil survei LSI, elektabilitas tertinggi dimiliki PDIP dengan angka 21,1%. Kemudian posisi dua dimiliki Golkar dengan 15,8%, baru diikuti Gerindra 15,2% pada urutan tiga.
“Posisi tiga partai teratas memang diisi oleh PDIP, Golkar, dan Gerindra. Mereka ini bisa dikatakan masuk dalam divisi utama,” tutur Rully.
Menariknya, elektabilitas parpol tersebut di pemilu tidak terpengaruh oleh Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018. Jadi, peta kekuatan parpol saat ini murni untuk Pemilu 2019. Sebab, komposisi parpol ‘divisi utama’ juga tidak mengalami perubahan sebelum pelaksanaan Pilkada.
Sebelum Pilkada serentak, PDIP memiliki elektabilitas 21,7%. Slot berikutnya diisi oleh Golkar dengan 15,3%, lalu diikuti Gerindra dengan 14,7%.
“Elektabilitas partai saat ini tidak terpengaruh oleh Pilkada yang dilakukan serentak. Untuk komposisi elektabilitas menuju 2019 tentu sangat riil. Hasilnya tentu menarik. Sebab, kekuatan elektoral partai ini tidak beranjak jauh dari perolehan partai sebelum Pilkada 2018,” ujar Rully lagi.
Rully pun menambahkan, PDIP dan Gerindra memiliki persentase kemenangan di bawah 50% dalam Pilkada 2018. Namun, pemilik suara ini memiliki kepercayaan lebih kepada mereka.
“Persentase kedua parpol di Pilkada 2018 memang tidak istimewa. Namun, mereka memiliki massa dan pendukung yang kuat. Otomatis PDIP dan Gerindra stabil di level nasional,” lanjutnya.
Terlepas dari komposisi parpol ‘divisi utama’, koalisi Jokowi juga masih unggul. Berada sebagai parpol kategori menengah, Partai Kebangkitan Bangsa memiliki elektabilitas 7,2%. Angka ini unggul jauh atas Partai Demokrat yang memiliki angka 5,4%, lalu disusul Partai Keadilan Sejahtera dengan 4,2%. LSI lalu beropini bila elektabilitas partai level akan naik bila terkoneksi dengan salah satu capres.
“Suara dari ketiga partai ini bisa melompat naik. Syaratnya terasosiasi dengan salah kandidat presiden di Pilpres 2019. Atau, minimal mereka memiliki program populer yang menyentuh pemilih mayoritas,” tuturnya.
Selain di level atas dan menengah, koalisi parpol pengusung Jokowi juga kuat di bawah. Sebab, Partai Persatuan Pembangunan memiliki elektabilitas 3,8%. Perindo punya angka 3,1%, lalu disusul NasDem dengan 3%. Sebagai mitra koalisi Gerindra dan PKS, Partai Amanat Nasional memiliki angka 2,1%. Mereka masih berpotensi merangsek ke atas, asalkan melakukan branding besar secara nasional.
“Partai-partai tersebut masih bisa mendapatkan suara maksimal, asalkan terus melakukan branding. Mereka juga mengoptimalkan peran caleg yang memiliki magnet elektoral, lalu menggerakan mesin partai sejak dini. Sebab, mereka juga harus menjaga dari garis parliamentary threshold,” tegasnya.
Memiliki elektabilitas tinggi, koalisi Jokowi pun optimistis bisa memenangkan elektoral. Sebab, saat ini kondisi internal koalisi juga sangat solid. Mereka tetap mengusung Jokowi sebagai capres di Pilpres 2019. Koalisi ini juga dinilai tidak terpengaruh dengan berbagai manuver lawan politik.
Koordinator II Santri Pendukung Jokowi (Samijo) Kabupaten Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat, Wowo Kustiwa, menjelaskan, koalisi Jokowi tetap solid.
“Ini bagian dari dinamika politik. Yang jelas, koalisi partai pengusung Pak Jokowi tetap solid. Mereka kuat. Tingginya elektabilitas partai koalisi juga menjadi salah satu parameter kemenangan Pak Jokowi di Pilpres 2019 nanti. Secara head to head parpol, koalisi Pak Jokowi masih unggul,” kata Wowo. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved