Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI sela-sela mengikuti ASEAN Meeting of Attorneys General 2018, Jaksa Agung RI H.M. Prasetyo mengadakan bilateral meeting dengan Jaksa Agung Singapore Liucen Wong.
Dalam bilateral meeting tersebut, Prasetyo didampingi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Noor Rochmad, Kajati Jawa Barat Raja Nafrizal, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Darmawel Aswar dan Asisten Khusus Jaksa Agung Asep N. Mulyana.
Sementara Jaksa Agung Singapura didampingi Lionel Yee Woon Chin, (Deputi AGC), Hri Kumar Nair (Deputi AGC), Kwek Mean Luck (Solicitor General AGC).
Jaksa Agung menyampaikan antara Indonesia dan Singapura ditakdirkan hidup bertetangga yang sangat dekat, sehingga kita memiliki kawasan ASEAN yang menjadi halaman rumah milik bersama yang harus dirawat dan jaga secara bersama-sama.
"Oleh karenanya, kita memiliki tugas dan tanggungjawab bersama untuk mengatasi berbagai persoalan yang terjadi disekitar kita, utamanya kejahatan lintas negara seperti human trafficking, terorisme, kejahatan cyber, dan berbagai kejahatan transnasional lainnya," demikian disampaikan Kapuspenkum Kejagung Mohammad Rum kepada Media Indonesia, Kamis (26/7).
Jaksa Agung menyadari masih banyak pekerjaan rumah lain yang perlu diselesaikan oleh kedua negara secara bersama, seperti masalah perjanjian lintas batas, ekstradisi, perlindungan tenaga kerja, perjanjian di bidang perdagangan dan masalah-masalah penting lainnya.
Dalam mengatasi dan mengantisipasi berbagai masalah bersama tersebut, kedua pihak memiliki pandangan dan pemahaman yang sama, dimana keamanan dan kesejahteraan kawasan menjadi fokus perhatian yang harus menjadi perhatian yang sama.
"Dibanding dengan Singapura, negara kami memiliki luas wilayah dan jumlah penduduk yang besar, yang kesemuanya apabila dikelola dengan baik merupakan potensi bagi pemerintah kami untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya," kata Rum.
"Oleh karenanya, kerja keras pemerintah Jokowidodo untuk mensejahterakan rakyatnya diharapkan akan mengurangi terjadinya gangguan keamanan maupun tindak kejahatan di kawasan ASEAN, sehingga kami mengharapkan dukukungan dan kerjasama Singapura untuk mewujudkan upaya dan cita-cita pemerintah kami tersebut, termasuk mengatasi dan menangani persolan kejahatan serius, seperti narkotika, terorisme, korupsi, money laundering, yang kesemuanya itu dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan kita bersama," timpalnya.
Jaksa Agung meyakini, melaui kerja sama yang lebih intens dapat menyelesaikan berbagai persoalan hukum yang kita hadapi bersama. Dalam hal ini, Jaksa Agung sangat setuju dengan usulan Jaksa Agung Singapura untuk mengadakan pertemuan secara berkala di antara negara-negara ASEAN, terutama antara Kejaksaan Agung RI dan Attorney General Chambers (AGC) Singapura.
Jaksa Agung bersyukur dan berterimakasih kepada AGC yang telah mendukung adanya Atase Kejaksaan RI di Singapura, dengan harapan kepentingan hukum diantara kedua negara akan semakin mudah dijembatani dan di komunikasikan dengan lebih efektif.
"Jaksa Agung bersyukur dan berterimakasih kepada AGC yang telah mendukung adanya Atase Kejaksaan RI di Singapura, dengan harapan kepentingan hukum diantara kita akan semakin mudah dijembatani dan dikomunikasikan secara efektif, sehingga dapat meningkatkan kerjasama untuk merawat dan menjaga bumi yang satu dan kawasan ASEAN yang satu milik kita bersama," kata Rum.
Sementara itu, Jaksa Agung Singapura sangat senang dan menyambut baik berbagai gagasan yang disampaikan Jaksa Agung RI.
Lucien Wong berharap adanya kerjasama penegakan hukum kedua negara dan Kejaksaan Singapura akan membantu masalah penegakan hukum yang diminta Kejaksaan Agung RI. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved