Hoaks Jauhkan Jokowi Dengan Orang Minang

Putri Anisa Yuliani
26/7/2018 21:59
Hoaks Jauhkan Jokowi Dengan Orang Minang
(thinkstock)

MASYARAKAT Provinsi Sumatera Barat yang mayoritas dihuni suku Minang lekat dengan penolakan terhadap Presiden Joko Widodo. Sutradara film Iman Brotoseno mengatakan penyebab utama yang menjauhkan rakyat Minang dengan Jokowi ialah maraknya berita hoaks tentang Jokowi dan mudah dipercaya oleh masyarakat Minang.

Hal itu diungkapkannya di dalam diskusi #MinangMemilihJokowi Di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (27/7).

"Di Sumbar itu hoaksnya banyak sekali dan parahnya mudah sekali orang Minang ini percaya tanpa mencari tahu dulu kebenarannya," kata Iman.

Ia mencontohkan adanya info yang tersebar soal Jokowi yang tidak diterima di Sumbar melalui sebuah foto Jokowi yang tidak disambut satu orang pun. Padahal foto tersebut adalah foto Jokowi yang diambil di Istana Negara sesaat setelah dilantik.

Ia pun menuturkan dalam menyikapi hoaks, budaya berdebat untuk menggali kebenaran sudah memudar dari perilaku orang Minang.

Padahal, Iman menegaskan sejak era pahlawannya nasional KH Agus Salim, masyarakat Minang telah memiliki budaya berdebat secara santun guna mencari ilmu pengetahuan.

Selain itu, Iman mengatakan Jokowi ditolak oleh orang Minang yang mayoritas beragama Islam karena partai yang menaungi Jokowi, PDIP, kerap diasosiasikan dengan anti-Islam.

"Saya tidal memahami kenapa diasosiasikan sebagai anti Islam. Padahal 95% kader PDIP beragama Islam. Prosesi acara formal di PDIP juga tidak lepas dengan berdoa sama dengan partai berbasis agama lainnya," kata Iman.

Di sisi lain, figur anti-Islam yang digaungkan lawan politik Jokowi juga dibantah keras oleh mantan rekan kerjanya, Ketua Yayasan Persatuan Madani Indonesia Chairum Rahmi.

Selain itu, Jokowi juga dinilai sangat bertanggung jawab terhadap pekerjaan dan keluarganya.

"Begitu ayahnya meninggal ia langsung pulang ke Solo meninggalkan pekerjaannya di BUMN kehutanan saat itu bertugas di Aceh bersama saya. Saat adiknya menikah dan pindah ke Aceh dia juga menitipkan adiknya kepada saya. Jadi dia luar biasa bertanggung jawab sekali," terangnya.

Sementara itu, staf khusus Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Firdaus Ali mengatakan kesederhanaan Jokowi tak hanya soal gaya hidup tetapi juga pola pikir dan gaya kepemimpinan.

Ia menuturkan sebelumnya ada keengganan menjadi staf Gubernur DKI Jakarta saat Jokowi menjabat sebagai gubernur karena dirinya memihak lawan politik saat itu, Fauzi Bowo.

"Saat banji besar Desember 2012, dia minta tolong datang pagi-pagi saya tolak tapi akhirnya datang. Ketika datang, dia tanya kenapa jalan protokol terendam. Lalu saya bilang 'Bapak tengok saja gorong-gorong'," ungkapnya.

Tak disangka, saran itu diartikan secara harfiah dan hasilnya Jokowi pun terjun langsung meninjau gorong-gorong di Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin.

"Padahal maksud saya, dia panggil saja kepala dinas untuk jelaskan kondisinya. Bukan terjun langsung. Beda sekali dengan gaya kepemimpinan Foke dan Sutiyoso," tegasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya