Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NAJWA Shihab lewat tayangan Mata Najwa di YouTube membocorkan sederet barang mewah yang berada di dalam sel OC Kaligis di Lapas Sukamiskin, Bandung. Ada TV, Ipad, laptop dengan printernya, sound system dan banyak temuan lainnya.
Lewat surat yang ditujukan kepada Dewan Pers Indonesia pada 25 Juli 2018 kemarin, warga binaan lapas Sukamiskin Blok Atas yang juga merupakan pengacara senior itu angkat bicara. Ia mengaku awalnya keberatan saat hendak dilakukan pemeriksaan internal oleh petugas Lapas Sukamiskin. Namun, karena menghormati petugas ia pun akhirnya mempersilakan.
"Dalam keadaan baru bangun dan bertelanjang dada dengan terpaksa saya tidak protes untuk tidak membuat kegaduhan," tulis OC.
OC tampak tak mengenakan baju dan hanya menggunakan celana pendek saat petugas datang. Ia beralasan, hal itu karena dikamarnya tidak dipasangi AC atau kipas angin. Soal adanya Ipad dan printer di kamarnya, menurutnya barang-barang itu sudah ia miliki sejak di tahanan KPK Guntur dan itu diketahui pula oleh petugas.
"Di Rutan Guntur, saya menghasilkan 4 buku, di Lapas Sukamiskin saya meluncurkan 3 buku dalam kedudukan saya sebagai warga binaan. Semuanya memakai Ipad dan printer. Sejak saya menjadi anggota persatuan wartawan Indonesia di zaman Orde Baru, alat tulis adalah bagian dari Hak Asasi saya sebagai penulis, wartawan dan akademisi," paparnya dalam surat itu.
Ia menjelaskan keberadaan kasur dan toilet di kamarnya merupakan warisan dari warga binaan sebelumnya. Ia mengungkapkan, ember mandinya yang digunakannya untuk menampung air justru berharga Rp 80 ribu karena dirinya tidak memiliki air panas. DVD dan speaker kecil seharga Rp 300 ribu untuk mendengarkan lagu-lagu rohani.
"Lalu apa yang mewah?" tanyanya.
Ia justru menilai tayangan itu mengiring opini publik seolah-olah kamarnya penuh dengan barang mewah. Ia menduga sejak semua pembunuhan karakter terhadap dirinya sudah dilakukan KPK dan terakhir dilakukan lewat tayangan Mata Najwa.
"Semua anak-anak saya, pegawai saya dan handai tolan marah terhadap penggiringan publik yang dilakukan oleh Mata Najwa. Sekali lagi saya tegaskan dan perlu diketahui, kamar saya adalah kamar standar," pungkasnya. (RO/OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved