Di Depan Ulama, Jokowi: Jangan Sampai Persatuan Retak Karena Politik

Rudy Polycarpus
26/7/2018 18:13
Di Depan Ulama, Jokowi: Jangan Sampai Persatuan Retak Karena Politik
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan bahwa terlalu mahal ongkos konstestasi politik jika harus mengorbankan persatuan bangsa.

Kekayaan bangsa berupa bahasa, ribuan pulau merupakan kekayaan yang harus dijaga kini dan pada masa datang.

Oleh sebab itu, Presiden berpesan kepada tokoh agama agar berperan aktif mencegah perpecahan akibat kontestasi politik.

Permintaan itu disampaikan Presiden kala menghadiri Tasyakuran Milad Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ke-43 dan peletakan batu pertama pembangunan menara MUI di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta, Kamis (26/7).

"Saya mengingatkan kepada kita semuanya bahwa aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, kerukunan, persaudaraan. Jangan sampai itu retak gara-gara masalah pesta demokrasi. Masalah pilkada, masalah pilpres. Karena yang namanya pilkada, pemilu itu setiap lima tahun akan ada terus," tandasnya.

Masyarakat harus diberikan pemahaman bahwa perbedaan pandangan dan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam kontestasi pemilu. Namun, lanjutnya, hal yang paling penting adalah masyarakat harus tetap menjaga kerukunan, persatuan, dan kesatuan bangsa. Jangan sampai masyarakat terkotak-kotak, bahkan terpecah belah hanya karena perbedaan pilihan politik.

"Dan marilah kita bersama selalu berprasangka yang baik, berpikiran positif, mengembangkan pikiran-pikiran yang penuh kecintaan," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya