Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Sosial Idrus Marham memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (26/7). Dia akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.
Idrus yang mengenakan kemeja putih mengakui pemeriksaannya kali ini untuk melanjutkan pemeriksaan sebelumnya.
Salah satu yang akan dikonfirmasi penyidik yakni soal pertemuannya dengan kedua tersangka dalam kasus ini yaitu Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih dan bos Blackgold Natural Recourses Limited Johannes Budisutrisno Kotjo.
"Pokoknya hari ini masih pemeriksaan lanjutan sebagai saksi, meneruskan yang kemarin," kata Idrus di Gedung KPK, Kamis (26/7).
Idrus menolak menjelaskan lebih detail soal dugaan keterlibatannya dalam kasus ini. Termasuk, soal pertemuannya dan Dirut PLN Sofyan Basir dengan kedua tersangka tersebut.
Dalam CCTV yang disita KPK dari sejumlah lokasi, Idrus dan Sofyan memang beberapa kali melakukan pertemuan dengan kedua tersangka tersebut. Saat itu, Idrus masih menjabat sebagai Sekjen Partai Golkar.
"Nanti setelah saya keluar nanti saya akan bisa jelaskan apa apanya," pungkas dia.
KPK mengakui tengah menelusuri aliran dana suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 ke sejumlah pihak. Termasuk, adanya dugaan aliran suap kepada Idrus dan Sofyan.
Dugaan ini mencuat usai penyidik memeriksa Idrus dan Sofyan beberapa waktu lalu. Setelah diperiksa, keduanya mengaku mengenal dekat kedua tersangka.
Dalam perkara ini, Eni ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Johannes. Eni diduga telah menerima suap sebanyak Rp4,8 miliar dari Johannes agar meloloskan perusahaaannya Blackgold Natural Resources Limited masuk dalam konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-1.
Sebelum meloloskan Blackgold sebagai anggota konsorsium, PLN sudah lebih dulu menunjuk anak usahanya yakni PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) untuk mengerjakan proyek PLTU Riau-1 tersebut.
Eni dari balik jeruji besi mengakui adanya peran Sofyan dan Johannes sampai akhirnya PLN yang menguasai 51 persen aset menunjuk langsung Blackgold sebagai mitra kerja anak usahanya yakni PT PJB.
Lembaga Antirasuah memastikan bakal terus mengembangkan kasus suap proyek PLTU Riau-1 ini. Bahkan, usai menggeledah sejumlah lokasi tak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut. (Medcom/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved