Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan alasannya tidak bergabung dalam koalisi partai pendukung Presiden Joko Widodo. Menurutnya, hambatan itu terletak pada hubungannya yang belum pulih dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.
"Saya harus katakan, tampaknya ada hambatan dari Demokrat untuk ada dalam koalisi. Tapi karena melihat realitas hubungan dengan Ibu Mega masih belum pulih, masih ada jarak di situ," ujar SBY seusai menerima Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di kediamannya, Kuningan, Jakarta, Rabu (25/7).
Ia mengaku berusaha menjalin komunikasi dengan Megawati selama 10 tahun terakhir. Suami Megawati, almarhum Taufiq Kiemas, tuturnya, juga sempat berusaha memulihkan tali silaturahim keduanya. Untuk diketahui, konflik antara Megawati dengan SBY berawal dari niat SBY maju Pilpres 2004. Saat itu, Megawati menjabat sebagai presiden dan SBY menjabat Menko Polhukam.
"Mendiang sahabat saya Taufiq Kiemas berupaya untuk memulihkan hubungan kami berdua tapi Allah belum menakdirkan. Saya tetap menghormati beliau sebagai presiden saya. Tidak akan pernah hilang hormat saya ke beliau," tandasnya.
Meski demikian, ia mengakui hubungan pribadinya dengan Presiden Jokowi terjalin baik. Bahkan Jokowi membuka pintu bagi demokrat untuk bergabung dalam koalisi.
"Tiap bertemu Pak Jokowi, saya selalu bertanya, apakah Demokrat ketika masuk di koalisi, partai-partai (lain) bisa menerima kami? Dia menjawab, saya kan presiden," tandas Presiden ke-6 RI itu. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved