Presiden Minta Kepala Desa Ajak Warganya Matang Berpolitik

Agus Utantoro
25/7/2018 13:55
Presiden Minta Kepala Desa Ajak Warganya Matang Berpolitik
(ANTARA)

PRESIDEN RI Joko Widodo mengajak para Kepala Desa dan seluruh warganya agar memiliki kematangan dan kedewasaan berpolitik, sehingga masyarakat tidak mudah terprovokasi dan terpecah belah pada setiap perhelatan pesta demokrasi.

Di depan ribuan Kepala Desa peserta Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa dan Lembaga Kemasyararakatan Desa Tahun 2018 di GRHA Pradipta Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Rabu (25/7), Presiden Jokowi mengungkapkan Kepala Desa harus bisa berperan mendinginkan suasana pada
tahun politik. Ia berharap masyarakat desa tidak terpecah belah karena berbeda pandangan politik saat pemilihan bupati/wali kota, gubernur, hingga presiden di tahun 2019 mendatang.

"Bapak ibu memiliki tempat paling depan berhubungan dengan
rakyat. Kalau bisa mematangkan dan mendewasakan cara-cara berpolitik. Saya titip, jangan sampai karena pemilihan bupati, wali kota, gubernur atau presiden, kita jadi retak atau pecah di bawah. Jangan sampai," kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengemukakan, Indonesia adalah negara besar yang memiliki kekayaan dan keragaman suku, budaya, hingga bahasa. Karenanya, persatuan dan kerukunan adalah aset terbesar Indonesia yang belum tentu dimiliki negara lainnya. Presiden Jokowi menambahkan, perpecahan yang tercipta dan terus berlanjut hanya karena pemilu merupakan hal yang sia-sia dan menghabiskan energi.

"Kekayaan ini jangan sampai rusak karena terbawa suasana pesta demokrasi yang selalu berlangsung lima tahun sekali. Maka saya titip kepada Kepala Desa jaga kerukunan warganya. Pilih yang terbaik, setelah itu harus bersatu kembali. Setuju tidak?," papar Presiden Jokowi.

Menurutnya, saat ini banyak pihak-pihak tertentu bahkan politisi
tertentu yang mencoba menghasut masyarakat agar terpecah belah. Terlebih, dengan maraknya kabar-kabar palsu atau hoax yang tersebar di media sosial. Presiden Jokowi minta para Kepala Desa jangan sampai termakan isu-isu yang tidak benar, dan jangan mau dikompori oleh para politisi yang tidak
benar.  

"Sekarang banyak kompor minyak maupun kompor gas. Lah, ini banyak masyarakat yang termakan," pungkasnya. (OL-7)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya