SBY-Prabowo Buka Jalan Berkoalisi

Thomas Harming Suwarta
25/7/2018 08:25
SBY-Prabowo Buka Jalan Berkoalisi
PRABOWO TEMUI SBY: Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) bersalaman dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat tiba di kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta, tadi malam.(MI/ROMMY PUJIANTO)

BANYAKNYA rintangan yang ditempuh untuk berkoalisi dengan Joko Widodo dalam Pilpres 2019 membuat Partai Demokrat membuka jalan untuk menjajaki koalisi dengan Partai Gerindra.

Dalam jumpa pers seusai pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tadi malam, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY mengungkapkan ia sudah melakukan pendekatan dengan Jokowi selama satu tahun.

"Pak Jokowi juga berharap Demokrat di dalam. Namun, saya menyadari banyak sekali rintangan dan hambatan untuk koalisi itu," kata SBY dalam jumpa pers bersama Prabowo di kediaman SBY, Mega Kuningan, Jakarta, tadi malam.

Karena itulah, SBY dan Prabowo melakukan pertemuan, membuka jalan bagi pembentukan koalisi. Namun, dari pertemuan itu belum dapat dipastikan kapan koalisi terbentuk. Meskipun demikian, SBY mengatakan ada kemungkinkan koalisi Demokrat dengan Gerindra, PKS, dan PAN dibahas mendalam.

"Saya harus mengatakan jalan untuk membangun koalisi ini terbuka lebar. Apalagi setelah kami berdua sepakat atas apa yang jadi persoalan bangsa, sepakat atas apa yang diharapkan rakyat hingga grassroot, sebelum bicara koalisi," imbuh SBY.

Terkait dengan posisi Demokrat yang selama ini mendorong putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjadi cawapres di Pilpres 2019, Prabowo menegaskan SBY tidak memberikan harga mati bahwa AHY harus menjadi cawapres. SBY, kata Prabowo, hanya meminta dirinya mencari calon yang terbaik.

Walaupun demikian, Prabowo tetap membuka peluang untuk berpasangan dengan AHY.

"Bila, misalnya, dalam pertemuan nanti nama AHY muncul sebagai yang dibicarakan, saya harus katakan, why not?" jelas Prabowo.

Mengenai PKS dan PAN yang juga terus menyodorkan nama-nama cawapres, Prabowo menjelaskan bahwa kehadirannya dalam pertemuan dengan SBY selalu dikonsultasikan dengan kedua partai tersebut.

Wajar

Dalam menyikapi pertemuan SBY-Prabowo, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menilai langkah itu wajar dalam politik. Demokrat pun dipandang berpotensi untuk ditarik ke koalisi Prabowo.

Menurut dia, Demokrat memiliki posisi tawar cukup baik dari keterwakilan kursi di parlemen. "Selain itu, mungkin Prabowo melihat ada potensi cawapres di Demokrat, misalnya AHY, Chairul Tanjung, dan Gita Wiriawan," terang Hendrawan, kemarin.

Meski begitu, Hendrawan mengingatkan semua pihak agar tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan.

Pengamat politik Indo Barometer Muhammad Qodari melihat dalam pergerakan beberapa hari terakhir ada indikasi Prabowo memiliki persoalan internal dari koalisinya sendiri. "Tekanan paling besar dari partai koalisinya yang memaksakan wakil presiden. Tarik-menarik politik itu pun cukup keras," jelas Qodari, kemarin.

Sementara itu, pertemuan para pemimpin partai koalisi pendukung Jokowi di Istana Bogor, Senin (23/7) malam, selain menyepakati satu nama cawapres pendamping Jokowi, juga memutuskan tanggal pendaf-taran diserahkan kepada Jokowi.

Ketua Umum PPP M Romahurmuziy menjelaskan koalisi juga resmi terbentuk dengan formasi solid enam partai.

"Namun, koalisi tidak membatasi enam parpol, tetapi tambahan koa-lisi harus disepakati anggota secara mufakat," tukas Romi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya