Soal Silaturahmi PPAD, Wiranto: The Old Soldiers Never Die

Golda Eksa
24/7/2018 14:53
Soal Silaturahmi PPAD, Wiranto: The Old Soldiers Never Die
(ANTARA)

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menepis asumsi bahwa pertemuan para purnawiran TNI AD di kantor Pengurus Pusat Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PP-PPAD), Jakarta, Selasa (24/7), merupakan konsolidasi politik jelang perhelatan pesta demokrasi.

"Oh tidak. Tidak ada sama sekali. Itu diserahkan kepada masing-masing. Kan, yang hadir tidak hanya dari pemerintah, seperti saya mewakili pemerintah. Tetapi ada juga dari seluruh perwakilan parpol, dari Gerindra, PKPI, PDIP, dan ormas. Semuanya memberikan masukan. Karena moto kami The Old Soldiers Never Die, Just Fade Away," ujarnya.

Menurut dia, para purnawirawan TNI AD yang menghadiri acara silaturahmi tersebut hanya ingin berbagi pemikiran, khususnya terkait upaya mengambil bagian dari perjuangan bangsa. Tampak hadir Wapres ke-6 Try Sutrisno, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Ketum PPAD Letjen (Purn) Kiki Syahnakri, dan sejumlah purnawirawan TNI AD.

"Walaupun sudah pensiun, purnawirawan, tetap tetap akan pertahankan perjuangan kita di mana pun kita berada. Jadi kita kumpul di sini sharing dan menyadarkan bahwa negeri ini akan dapat mencapai tujuannya kalau kita bersatu sebagai bangsa." tandasnya.

Ia menambahkan, para purnawirawan TNI AD kini memiliki beragam profesi. Ada yang duduk di pemerintahan, pengurus parpol, anggota legislatif, ormas, dan wiraswasta. Seluruhnya sepakat bahwa Sapta Marga prajurit tetap harus dijunjung.

"Bagaimana kita membangun satu negara yang merdeka bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Untuk adil dan makmur, kan kita belum selesai. Maka kami bertekad mengambil bagian dari perjuangan itu. Saya kira ini pertemuan yang sangat bagus, karena apa? Memelihara jiwa kejuangan dari para mantan TNI AD," terang dia.

Ketum PPAD Letjen (Purn) Kiki Syahnakri, menambahkan silaturahmi purnawirawan TNI AD tidak bertujuan politik praktis menjelang pemilu 2019. Kegiatan itu diakuinya guna menyamakan orientasi dan langkah pengabdian demi tegaknya NKRI, serta kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila.

Lebih jauh, imbuh dia, banyak purnawirawan TNI AD yang mengabdi di bidang politik, sosial dan lainnya. Meski demikian, diharapkan mereka tetap sebagai prajurit Sapta Marga yang pengabdiannya hanya untuk bangsa dan negara, serta mengutamakan kepentingan nasional ketimbang kepentingan pribadi atau golongan. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya