Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengaku, tidak perlu adanya revitalisasi Lembaga Pemasyarakatan (LP). Menurutnya, LP yang ada saat ini sudah sangat tepat, termasuk LP Sukamiskin.
"Enggak ada itu. Udah bener itu LP kayak begitu. Itu tempat untuk dihibur," terangnya kepada sejumlah jurnalis di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (23/7).
Dia menyebutkan, di Indonesia tidak ada LP yang manusiawi. Dan LP yang menusiawi itu cuman satu yakni LP Sukamiskin Bandung. Fahri mengaku, LP yang lain itu sistemnya masih seperti dulu di zaman Belanda.
"Itu namanya bui. Rezim bui itu kan sudah enggak ada. Enggak ada kehormatan orang, enggak ada tempat istirahat, enggak ada tempat ketemu keluarga. Dia dikekang. Nah, di luar negeri enggak ada lagi orang dipenjara seperti itu," tegas Fahri.
Anggota Fraksi PKS itu mengatakan, bukan fasilitas mewah di kamar LP itu wajar. Namun, LP yang menusiawi itu hanya LP Sukamiskin. Yang lain, lanjutnya, antah berantah LP zaman baheula.
"Saya kan keliling LP di seluruh Indonesia. cuman ini kan menteri-menteri dan birokrat pengecut semua. Penakut dan enggak ada tanggung jawabnya akhirnya cuman bisa sidak," ujarnya.
Fahri menilai, sebaiknya pemerintah segera menghentikan kekacauan hukum yang masih terjadi saat ini. Tertibkan penegak hukum yang tidak jelas menjalankan tupoksinya.
"Apalah operasi intelijen dalam penegakan hukum kayak gini, mana ada? Operasi intelijen dalam penegakan hukum itu adalah bencana bagi demokrasi," ungkapnya.
Fahri menambahkan, mungkin banyak orang berpikiran melakukan kejahatan dalam bentuk apa pun tidak bisa ditangkap saat ini. Tapi lihat saja, negara akan tambah kacau.
"Operasi intelejen dalam penegakan hukum itu kita hentikan sewaktu kita berakhir masa otoriter. Sekarang malah terjadi lagi," tandasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved