Said Aqil Sentil 14 Kebijakan Ekonomi yang Minim Dampak

Nur Aivanni
20/7/2018 21:32
Said Aqil Sentil 14 Kebijakan Ekonomi yang Minim Dampak
(MI/PIUS ERLANGGA)

KETUA Umum PBNU KH Said Aqil Siradj sempat menyinggung terkait paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Pasalnya, paket kebijakan yang telah berulang kali dikeluarkan belum juga dapat dirasakan oleh masyarakat di bawah.

"Paket kebijakan ekonomi 14 kali tapi belum menyentuh warga NU yang paling bawah, saya punya tetangga di kampung saya di Cirebon, ngga ada yang berubah, masih gitu-gitu aja, udah 14 kali paket kebijakan ekonomi padahal. Yang berubah barangkali di Jakarta," katanya di Jakarta, hari ini.

Hal itu disampaikannya dalam acara Pembukaan Musyawarah Nasional ke-6 Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) yang juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam ajaran agama, kata dia, dijelaskan bahwa percuma bila berorganisasi atau bernegara kecuali agenda yang dikedepankan adalah mengentaskan kemiskinan. Ia menyampaikan bahwa ada perbedaan perlakuan antara konglomerat dengan masyarakat di bawah, salah satunya terkait penguasaan lahan. "Yang harus kita dorong adalah keadilan distribusi, penguasaan tanah," ucapnya.

Tak hanya itu, kata Said, masyarakat di bawah pun masih kesulitan untuk memperoleh akses permodalan ke bank. "Ini kenyataan Pak, apa yang saya lihat di bawah," pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, yaitu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IKA PMII Akhmad Muqowam.

Selain itu, juga hadir Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Jokowi yang pada saat memberikan sambuta, menjawab pernyataan Said Aqil. Jokowi menekankan bahwa kesenjangan dan kemiskinan adalah tantangan bersama yang harus diselesaikan. "Kesenjangan dan kemiskinan menjadi tantangan kita bersama. Saya rasa itu yang menjadi tugas besar kita agar yang namanya kesenjangan dan kemiskinan bisa kita selesaikan dengan baik," katanya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya