Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TERJUNNYA artis ke dunia politik dengan cara berpartai masih mendapat respon yang kurang positif dari masyarakat. Popularitas artis dianggap hanya menjadi jalan pintas bagi parpol untuk meningkatkan elektabilitas.
Ketua DPP Partai NasDem bidang Media dan Komunikasi Publik Willy Aditya tidak menampik bahwa kepopularitasan artis memang memiliki pengaruh terhadap elektabilitas parpol. Namun kendati demikian hal tersebut bukanlah hal utama bagi NasDem dalam menerima artis menjadi kader partai.
"Dunia hiuran dan politik itu sama, NasDem tidak ingin mengeksploitasi popularitas yang dimiliki oleh para artis yang masuk ke NasDem," tutur Willy di Jakarta, Kamis (19/7).
Willy melanjutkan, NasDem memiliki tanggung jawab untuk melakukan pendidikan politik kepada setiap kader tidak terkecuali kader yang berprofesi sebagai artis. NasDem juga tidak membeda-bedakan perlakuan partai kepada para kader yang berprofesi sebagai artis.
"NasDem tidak pilih kasih semua sama," tutur Willy.
Willy melanjutkan semua kader tidak terkecuali para artis mendapatkan pendidikan tentang penguatan ideologi-ideologi partai yang konsen membawaw gerakan perubahan restorasi. Penguatan ideologi penting dilakukan terlebih para artis merupakan publik figur yang lebih sering mendapatkan perhatian dari media.
"Profesi artis ini kan sangat dekat dengan media dan masyarakat, jadi pemahaman mereka harus searag dengan prinsip berpolitik NasDem," tutur Willy.
Sementara itu, salah satu kader artis NasDem Krisna Mukti menuturkan konsistensi politik tanpa mahar menjadi salah satu pertimbangan dirinya masuk ke NasDem. Politik tanpa mahar diakui olehnya membuat dirinya aman dan nyaman berpolitik.
"Di sini jargon politik tanpa mahar. Berarti kalau sepengatahuan saya tidak ada pungutan atau potongan apapun kalau kita sudah jadi anggota dewan," papar Krisna.
Kemudahannya berkomunikasi dengan Ketua Umum NasDem Surya Paloh dikatakan olehnya juga menjadi salah satu pertimbangan dirinya meninggalkan PKB. Tidak adanya birokrasi antara kader dengan ketua umum partai membuat dirinya merasa diperhatikan oleh partai.
"Kami semua dianggap sama disini. hal-hal seperti itu yang buat nyaman," tuturnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved