Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KONFLIK yang kerap melibatkan Polri dan TNI meresahkan masyarakat. Persoalan itu timbul karena minimnya upaya membangun sinergitas dalam lingkup kehidupan.
Hal itu dikatakan Kapolri Tito Karnavian saat memberikan pembekalan kepada 725 calon perwira remaja TNI-Polri di GOR Ahmad Yani, Markas Besar TNI, Jakarta, kemarin.
Acara dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI-AD Jenderal Mulyono, Kepala Staf TNI-AL Laksamana Siwi Sukma Adji, dan Kepala Staf TNI-AU Marsekal Yuyu Sutisna.
Tito mengatakan gesekan antarapersonel di lapangan dapat dicegah. Caranya dengan mengedepankan komunikasi dan berusaha menjaga hubungan baik antarpersonal.
"(Personel) Polri jangan sok-sokan punya kewenangan, tetapi main di belakang juga. Itu enggak boleh. Juga dari (prajurit) TNI ada aturan di negara ini yang harus diikuti. Sebaiknya harus saling menghormati," ujar Tito.
Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu mengimbau seluruh personel Polri dan prajurit TNI bersedia membangun hubungan informal dan formal, seperti menggelar pertemuan rutin dan melakukan olahraga bersama.
Suasana cair pun menjadi keniscayaan, termasuk dapat menembus sekat lembaga.
Menurutnya, soliditas TNI dan Polri merupakan cerminan kedaulatan NKRI. Indonesia pun bakal semakin kuat apabila memiliki aparat keamanan yang solid dan harmonis.
Sebaliknya, Indonesia bisa hancur apabila personel kedua lembaga tersebut lebih mementingkan ego masing-masing.
"Saya pernah berdiskusi hubungan TNI-Polri bukan hanya di mulut, bukan cuma pemanis, tapi betul-betul dibutuhkan. Sampai kapan? Sampai akhir zaman. Kita ingin NKRI masih ada sampai akhir zaman. Eksistensi NKRI banyak ditentukan oleh soliditas dan kekuatan TNI dan Polri."
Panglima TNI Hadi Tjahjanto pun mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI dan personel Polri untuk tetap mewaspadai ancaman global, yakni siber yang merupakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meski memiliki banyak manfaat, aparat negara sedianya tidak boleh hanyut dalam pemanfaatan kemajuan teknologi tersebut.
"Terdapat tanggung jawab yang sedikit berbeda, yakni Saudara-Saudara harus mewaspadai dampak negatifnya. Tidak hanya bagi diri pribadi dan keluarga, tetapi juga bagi masyarakat di sekeliling Anda," ujar Hadi.
Keutuhan bangsa
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan perwira remaja TNI-Polri angkatan 2018 untuk menjaga keutuhan bangsa, termasuk menjaga keamanan regional.
Menurutnya, personel remaja TNI-Polri memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga ideologi.
Setiap personel pun wajib menjunjung tinggi keberanian, disiplin, serta setia kepada bangsa dan negara.
"Anda menghadapi masa depan. Apa yang kita perhatikan dan akan terjadi. Pertama, tentu dunia akan berpengaruh pada kita semua,'' jelas JK. Suatu situasi yang tidak menentu terjadi apakah secara dunia, regional, sekeliling kita. Masih begejolak (konflik) Laut China Selatan, contohnya, sewaktu-waktu ada masalah kita harus bisa menjaga.'' (Ant/P-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved