Presiden: Badan Strategis Pengembangan Talenta Sedang Disiapkan

Antara
18/7/2018 18:40
Presiden: Badan Strategis Pengembangan Talenta Sedang Disiapkan
(MI/Ramdani)

PRESIDEN Joko Widodo mengatakan pemerintah sedang menyiapkan pembentukan badan manajemen strategis untuk pengembangan talenta anak bangsa.

"Kita baru mempersiapkan sebuah badan yang namanya Badan Management Strategis untuk talenta. Ini baru disiapkan," kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan bersama juara dunia lari 100 m U20 Lalu Muhammad Zohri di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu.      

Presiden menyebutkan badan itu akan melihat mulai dari kecil talenta talenta yang kemungkinan ke depan memiliki peluang berkembang di Indonesia dalam berbagai bidang.

"Itu bisa bidang olahraga, bisa di bidang teknik, bidang matematika, kepemimpinan, semuanya. Ini akan mulai nanti kalau badan ini kita punyai artinya nanti database talenta talenta betul betul secara detail akan diikuti sejak dini," katanya.

Dengan langkah itu, misalnya urusan suntikan gizi, nutrisi dan lain lain bisa mulai dibangun sejak awal. "Ini baru diproses, sedang digodok di Kantor Staf Kepresidenan," kata Jokowi.      

Ia menyebutkan munculnya Lalu Muhammad Zohri membangkitkan harapan munculnya prestasi prestasi lain di Indonesia. "Kita ingin muncul superstar superstar seperti Zohri. Nanti muncul superstar lagi yang dapat menyumbang medali emas, itu akan memberikan inspirasi kolektif kepada bangsa ini bahwa bangsa kita ini bangsa besar. Saya rasa semangatnya ke sana," katanya.      

Ia mengatakan karena belum memiliki badan manajemen strategis untuk talenta itu, sebetulnya banyak bakat, talenta yang memberikan prospek tetapi tidak diberikan suport secara penuh oleh pemerintah. "Contoh seperti Zohri ini bahwa setelah ini memerlukan dukungan penuh dalam rangka meraih prestasi ke depan," katanya.

Menurut dia, dengan badan itu dapat mulai dikelola semua potensi dan semua bergerak memberikan dukungan kepada pengembangan talenta talenta dan bakat itu. Menurut dia, suatu prestasi tidak dapat diraih secara instan tapi harus melalui proses panjang.      

"Jangan bermimpi itu. Kalau kita masih teruskan model instan tidak bisa. Harus betul betul sejak dini. Oleh sebab itu perlu badan strategis untuk talenta tadi, tidak hanya di olahraga, tapi juga yang lain seperti kepemimpinan, mana yang memiliki kepandaian di bidang sains teknologi, IT," katanya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya