Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENKONDISIKAN peralatan teknis hingga larut malam mungkin sudah biasa bagi sebagian besar teknisi. Namun, berjaga sejak pagi hingga pagi lagi, itulah yang luar biasa.
Hal demikianlah yang harus dilaksanakan oleh Muhammad Badrun beserta empat orang rekan kerjanya di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Dirinya sejak pagi sudah sibuk wara-wiri menggelar kabel serta menyetel pengeras suara beserta mikrofon di panggung konferensi pers partai politik yang disediakan KPU.
Pria yang bekerja sebagai teknisi tetap KPU ini harus rela bekerja hampir 20 jam di hari terakhir pendaftaran caleg DPR RI.
"Ya biasanya memang sampai subuh sih di sini dengan kawan-kawan," tuturnya saat ditemui Media Indonesia, Selasa (17/7).
Ia menuturkan ada 10 orang teknisi tetap yang bekerja di KPU. Teknisi tersebut mengurus berbagai keperluan seperti instalasi listrik, pemasangan kabel, pengeras suara, pemasangan komputer, proyektor, dan lainnya yang terdapat di seluruh Gedung KPU RI.
Namun khusus pada kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian, sebanyak lima orang teknisi ditempatkan khusus di Ruang Rapat Besar KPU yang kerap menjadi lokasi agenda-agenda besar untuk menjaga kelancaran agenda seperti pada pendaftaran caleg hari ini.
Berseragam kemeja biru tua Badrun dan rekannya sudah sibuk sejak pagi menyiapkan berbagai peralatan. Siap tepat waktu pun menjadi kunci kelancaran acara.
Meski paham budaya jam karet sudah umum terlebih dilakukan oleh parpol, Badrun tetap hadir tepat waktu untuk menyiapkan hal-hal teknis pendaftaran caleg di KPU.
"Saya sampai sini jam 8 pagi. Sudah mesti siapkan semuanya," ujarnya.
Terbukti, dengan sikap sigap Badrun dan rekan-rekannya, KPU pun bisa siap menerima pendaftaran Partai Solidaritas Indonesia yang hadir tepat pukul 08.30 WIB pagi ini.
Sudah paham akan adanya potensi pulang dini hari, Badrun pun bersiasat dengan rekan-rekannya agar tetap siaga dan konsenterasi tanpa terserang kantuk di tengah pekerjaan.
"Ya kami bergantian istirahat setiap 2-3 jam. Jadi jangan sampai di sini kosong,"
Ia pun tidak memahami sebetulnya apa yang membuat para partai kerap mengambil hari terakhir saat diberikan waktu yang panjang untuk melakukan aktivitas tertentu semisal pendaftaran caleg saat ini.
"Ya kita sih ikuti saja peraturan atasan. Yang penting jaga atau stand by di sini saja sampai selesai," ujar pria 37 tahun itu.
Ia menuturkan meski harus bekerja ekstra keras, pihak KPU memberikan apresiasi berupa uang lembur. Ia tak merinci berapa nominalnya. Namun, ia menjawbnya dengan tersipu.
"Ya ada lemburan. Lumayan sih, hehe," tandasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved