Indonesia Butuh Pemimpin Teknokrat

Micom
15/7/2018 21:10
Indonesia Butuh Pemimpin Teknokrat
(Ist)

MENJELANG penjaringan calon presiden dan calon wakil presiden ke depan, Ketua Presedium Poros Muda Indonesia Timur (PPMIT) Syamsul Rizal angkat bicara.

Menurut Syamsul, jika Indonesia mau dua langkah maju ke depan dan dapat bersaing dengan negara-negara berkembang lainnya, capres dan cawapres ke depan selayaknya memimpin Indonesia harus dari kalangan teknokrat.

"Kalau saat ini fokus pembangunan Pak Jokowi adalah infrastruktur, ke depan harus pembangunan industri. Kita semua tahu penduduk Indonesia berjumlah 250 jutaan sekian sampai saat ini tidak punya mobil buatan negeri sendiri. Betapa besar devisa yang terbuang ke luar negeri. Bandingkan dengan negara-negara lain, seperti Belanda, Perancis, Belgia dengan negeri sekecil itu saja, memiiki mobil produksi dalam negeri," kata Syamsul melalui keterangannya, Minggu (15/7).

Karena itu, ia menyarankan kepada para pimpinan partai politik pada era milenium ini bukan lagi waktunya bagi-bagi kekuasaan, tetapi bagaimana melahirkan pemimpin yang mau bekerja dan punya kompetensi membangun bangsa.

"Kalau ditanya kepada saya siapa yang layak menjadi presiden dan wakil presiden memimpin Indonesia ke depan sesuai kategori itu, saya bakal menyampaikan Ir Joko Widodo dan Ir Airlangga Hartarto," tutur Syamsul.

Ia menambahkan, Indonesia akan bisa terbang menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam 10 tahun ke depan jika pemimpinnya punya visi dan punya teknologi untuk meraihnya.

"Tidak bisa lagi Indonesia melahirkan pemimpin yang sekadar mencari margin politik dagang semata. Karena itu, Pak Jokowi sebagai Presiden saat ini dan  Airlangga Hartarto yang juga Menteri Perindustrian saat ini adalah solusi tepat menjawab tantangan global ke depan," pungkas Syamsul. (RO/OL)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya