Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Indo Barometer M Qodari menilai mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD adalah sosok yang potensial menjadi calon wakil presiden yang akan mendampingi Joko Widodo dalam Pilpres 2019. Hal itu berdasarkan empat kriteria yang dinilai harus dipenuhi untuk menjadi cawapres Jokowi.
Pertama, latar belakangnya adalah nonparpol. Jika kandidat yang berasal dari parpol dipilih oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu, menurut Qodari, parpol pendukung lainnya akan cemburu satu sama lain. Namun, itu bukan berarti kandidat yang berasal dari nonparpol pun akan bisa diterima dengan mudah oleh parpol pendukung.
Kedua, berasal dari kalangan santri atau militer. Sosok yang demikian nantinya bisa melawan isu-isu yang berbau suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). "Ketiga, yang senior. Kenapa? Karena kalau yang muda dianggap akan maju di 2024 nanti," kata Qodari saat dihubungi Media Indonesia, Senin (16/7).
Keempat, sambungnya, kandidat yang tentunya akan mendapat persetujuan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. "Dan per hari ini, yang lolos dari keempatnya itu Mahfud MD," ucapnya.
Menurutnya, Mahfud adalah figur yang lengkap untuk mendampingi Jokowi. Untuk diketahui, Mahfud pernah duduk sebagai anggota dewan, menjabat Menteri Pertahanan, Ketua Mahkamah Konstitusi, seorang ahli hukum dan berasal dari kalangan santri.
Adapun terkait masih belum diumumkannya nama cawapres Jokowi, Qodari melihat itu sebagai upaya mantan Walikota Solo itu untuk menjaga soliditas partai pendukungnya. Jika Jokowi sudah mengumumkannya sejak dini, parpol pendukungnya potensial akan pecah di tengah jalan.
"Menurut saya, dia akan menjaga soliditas (koalisi) ini salah satunya tidak menyebut nama cawapres secara eksplisit dan final sampai dengan masa terakhir pendaftaran. Kalau disebut sekarang, itu bisa masuk angin nanti," terangnya.
Sementara itu, belum finalnya koalisi yang dibangun oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Qodari melihat bahwa Prabowo tengah berupaya untuk melobi parpol dalam rangka membangun koalisi yang besar.
Tak hanya itu, Qodari menilai saat ini Prabowo tengah bimbang untuk menentukan siapa pendampingnya dalam Pilpres 2019 nanti. Padahal, kata dia, Prabowo seharusnya segera saja mengumumkan siapa nama cawapres yang ia pilih.
"Prabowo harus segera memutuskan saja siapa wakilnya. Kalau cepat ambil keputusan partai-partai yang ada akan cepat mengelompok. Begitu Prabowo sudah pasti dengan salah satu kandidat, parpol yang lain sudah tidak punya pilihan," pungkasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved