DUA pejabat utama Polri digadang bakal menjadi calon Tri Brata 2 (TB2) mendampingi Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk memimpin Korps Bhayangkara. Mereka adalah Kepala Lembaga Pendidikan Komjen Budi Gunawan dan Inspektur Pengawasan Umum Komjen Dwi Priyatno.
Dua nama perwira tinggi tersebut belakangan santer terdengar di kalangan wartawan yang meliput di Mabes Polri. Beberapa waktu lalu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan juga sempat melontarkan pernyataan yang menyebut Budi Gunawan diposisikan sebagai calon terkuat.
Namun, Anton enggan berspekulasi lantaran keputusan siapa wakil kepala Polri berikutnya akan ditentukan melalui mekanisme sidang Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) yang rencananya berlangsung pekan ini.
Hal senada disampaikan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Edi Saputra Hasibuan. Katanya, minimal ada dua calon yang bakal diajukan dalam pembahasan di sidang Wanjakti.
Ia pun tidak menampik rumor yang menyebut Budi Gunawan (Akpol 83) dan Dwi Priyatno (Akpol 82) adalah figur terbaik sebagai pendamping Badrodin. "Tapi kita tahu karena itu kan (urusan) internal Polri," kata dia, Selasa (21/4).
Kompolnas berharap proses seleksi calon TB2 sejatinya perlu mempertimbangkan tiga faktor, antara lain senioritas, mampu bekerja sama dengan Kapolri dalam konteks sinergitas, dan setidaknya sudah lama menyandang pangkat tiga atau pejabat utama.
Selain dua nama tersebut, terdapat sejumlah perwira tinggi lain yang juga masuk kriteria calon wakapolri. Di antaranya, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Anang Iskandar, Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional Komjen Suhardi Alius, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Komjen Putut Eko Bayuseno, dan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Komjen Budi Waseso.
Selain itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Saud Usman Nasution, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Komjen Djoko Mukti Haryono, dan mantan Sekretaris Utama Lemhanas Komjen Boy Salamudin, juga masuk sebagai kandidat.
Badrodin yang ditanya Media Indonesia, Senin (20/4), perihal profil mana yang memungkinkan untuk menemaninya memimpin Korps Bhayangkara, hanya tersenyum dan menjawab diplomatis. "Semua yang disetujui karena menyangkut soliditas internal. Kalau disetujui Wanjakti, ya saya setuju. Yang pasti bisa kerja sama dengan baik," ujarnya.
Badrodin kembali menjawab santun kala disinggung lebih memilih Budi Gunawan atau Dwi Priyatno, yang disebut sebagai calon terkuat. "Ya, bisa semuanya. Jadi, siapa yang akan diajukan Wakapolri sudah diserahkan Wanjakti karena nanti pasti akan ada perdebatan," tutup dia.(Q-1)