Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WACANA pembentukan poros ketiga dalam kontestasi pemilihan presiden mendatang hingga kini belum jelas. Poros ketiga, meski masih wacana, diyakini memiliki peluang paling besar untuk memenangkan pesta demokrasi.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengemukakan hal itu ketika ditanya awak media, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (13/7). Menurutnya, pembentukan poros ketiga dapat terjadi apabila Mahkamah Konstitusi tetap menganggap ambang batas pencalonan presiden sesuai Pasal 222 UU 7/2017 tentang Pemilu, yakni 20% kursi di parlemen atau 25% suara sah nasional dari hasil Pemilu 2014.
"Saya mendengar di lapangan percakapannya, itu poros ketiga dianggap paling berpeluang karena dianggap jadi jalan tengah," ujarnya.
Ia mengemukakan, poros ketiga yang mungkin tercipta pada pilpres 2019 sejatinya pernah terjadi pascareformasi. Kala itu beberapa kelompok kecil tiba-tiba mengonsolidasikan kelompok besar yang kebetulan berkonflik antara kubu Habibie dan Megawati Soekarnoputri.
"Nah, sekarang juga begitu ada konflik yang dianggap keras antara kubunya Pak Prabowo dan kubu Pak Jokowi. Pak Prabowo pernah dirayu-rayu berkali kali disuruh menjadi wakilnya Pak Jokowi enggak mau. Akhirnya ini tetap menjadi dua sudut yang keras sekali. Maka kelompok tengah itu bisa menang. Itu dugaan saya."
Fahri meyakini pembentukan poros ketiga dapat terealisasi pada 9-10 Agustus mendatang. Itu pun dengan catatan MK memutuskan bahwa ambang batas pencalonan presiden tidak berubah sesuai UU 7/2017 tentang Pemilu.
"Tetapi kalau 0% itu mungkin lebih cepat. Karena, kan orang lebih mudah partai punya paket calon sendiri. Saya kira itu yang akan terjadi. Jadi, ya ini pertempuran akan menegangkan. Tapi kalau di lapangan sepertinya koalisinya akan terbentuk sekira tanggal 9-10 Agustus," tandasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved