PDIP: Cawapres Jokowi Dipastikan Jadi Capres 2024

Wandi Yusuf
11/7/2018 19:05
PDIP: Cawapres Jokowi Dipastikan Jadi Capres 2024
(MI/RAMDANI)

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memastikan calon Wakil Presiden sebagai pendamping Joko Widodo ialah figur yang dipersiapkan untuk menjadi calon Presiden pada Pemilihan Umum 2024.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan Pemilu 2019 adalah pemilu transisional.

"Pemilu 2019 menjadi ajang regenerasi kepemimpinan untuk Pemilu 2024. Calon presiden, cawapres, dan seluruh jajaran kabinet pada dasarnya merupakan bagian dari regenerasi kepemimpinan. Karena itulah kami menyebut pemerintahan ke depan merupakan pemerintahan transisional," kata Hasto di Jakarta, Rabu (11/7).

Menurut Hasto, ada dua skenario dalam memilih cawapres untuk Jokowi. Pertama mengedepankan kepemimpinan transisional dan kedua sebagai stabilisator. Alasan kedua tak dipilih karena dinilai terlalu pragmatis.

"Unsur stabilisator tak kami pilih karena itu hanya untuk penguatan elektoral. Jadi, PDI Perjuangan pilih (skenario) yang pertama," kata Hasto.

Skenario stabilisator sempat dipilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk bisa menang kembali di Pemilu 2019. Saat itu, sang petahana menggandeng Boediono untuk menguatkan elektabilitasnya. Boediono tak dipersiapkan untuk regenerasi pada pemilu berikutnya.

Hasto memberi alasan kenapa lebih condong memilih skenario pertama.

"Karena kami memikirkan skenario politik pemerintahan negara."

Menurut dia, regenerasi diperlukan agar transisi kepemimpinan berjalan mulus. Regenerasi juga diperlukan untuk kepentingan kebangsaan.

"Kami ingin menata sistem politik agar sesuai dengan kepribadian bangsa," kata dia.

Kepentingan ini, kata Hasto, disetujui semua parpol pendukung Jokowi. Beberapa yang menjadi perhatian antara lain menjadikan MPR sebagai lembaga tertinggi dan menetapkan kembali pola-pola pembangunan semesta berencana, dalam hal ini merumuskan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Dari kepentingan 'langitan' ini, kata Hasto, barulah pembicaraan bergeser pada pembagian kekuasaan. Karena, kata dia, hakikat keberadaan parpol adalah untuk kepentingan bangsa.

Dikabarkan, ada sejumlah nama yang menguat untuk menjadi pendamping Jokowi. Hasto tak menampiknya. Dia menyebut Jokowi dan Megawati sudah membicarakan kandidat cawapres secara serius saat bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Minggu (8/7).

"Pak Mahfud MD kan saat ini menjadi bagian dari kepengurusan Dewan Pengarah dalam Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Kita tahu track record beliau. Demikian pula nama-nama yang beredar di masyarakat. Ada Pak Moeldoko, Pak TGB (Tuan Guru Bajang), Pak Ma'ruf Amin, dan lainnya. Semua nama yang muncul termasuk yang masih tersimpan di hati rakyat, itu pun kami cermati," kata Hasto. (Medcom/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya