Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGIATAN akbar berskala internasional seperti Asian Games 2018 dan pertemuan IMF di Bali pada Oktober mendatang, juga Pemilu 2019, harus berjalan lancar dan aman. Oleh karena itu, semua pihak diimbau untuk senantiasa menjaga perdamaian agar rangkaian kegiatan tersebut dapat berlangsung sukses.
Harapan itu dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto saat membuka sarasehan nasional yang di-selenggarakan Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) di Jakarta, kemarin. Acara tersebut mengusung tema Merawat perdamaian: Belajar dari re-solusi konflik dan damai di Maluku dan Maluku Utara untuk Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Wiranto yang hadir mewakili Presiden Joko Widodo menegaskan sarasehan tersebut sejatinya mampu membuahkan pemikiran-pemikiran cerdas agar perdamaian dan persatuan bangsa yang sudah dimiliki bangsa ini dapat terus dirawat dengan sebaik-baiknya.
“Jadi, saya atas nama Presiden sudah memberikan satu masukan agar sarasehan nasional ini bisa membuahkan pemikiran yang berdaulat, adil, dan makmur. Itu membutuhkan kesatuan kita sebagai bangsa. Jadi, betul-betul sarasehan kali ini nilainya cukup tinggi,” ujarnya.
Ia berharap para pakar dan narasumber yang dihadirkan dalam sarasehan itu bisa memberikan kontribusi positif, yakni bagaimana cara bangsa Indonesia merawat warisan dari pendahulu (founding father) berupa negara yang sudah terbebas dari konflik dengan penjajah.
“Tatkala merdeka, konflik selesai, itu membangun perdamaian. Maka saya katakan bahwa Pancasila yang di tengah itu kan persatuan Indonesia. Dalam UUD 1945, pembukaannya juga mengamanatkan tentang membangun satu negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.”
Wiranto pun berharap perdamaian yang selama ini terjaga di Maluku dan Maluku Utara dapat terus dipelihara. Masyarakat di sana harus menjaga kerukunan sebagai modalitas persatuan bangsa.
Contohnya, lagu Maluku Tanah Pusaka yang dinyanyikan dalam acara itu, imbuhnya, memiliki pesan khusus, yakni wajib menjaga perdamaian.Tak boleh terulang konflik di sana, apalagi jelang Pemilu 2019.
“Dari ujung Halmahera sampai tenggara jau, kita samua basudara. Syarat cita-cita nasional adalah bersatu, berdaulat, mandiri. Jujur kita perlu berdialog. Objeknya agar masyarakat kita dalam politik mencari pemimpin jangan sampai salah pengelolaan,” kata dia.
Kobarkan persatuan
Kepala Biro Persidangan, Humas, Sistem Informasi, dan Pengawasan Internal Setjen Wantannas Brigjen TNI Isaac Marcus Pattipeilohy menambahkan, pelbagai upaya menciptakan perdamaian yang dilakukan pemerintah pascainsiden berdarah di Maluku dan Maluku Utara sejatinya dapat menjadi acuan untuk terus merawat kedamaian di Tanah Air. Konflik pun bisa diselesaikan dengan terus mengobarkan semangat persatuan.
“Melalui silaturahim nasional di ajang sarasehan ini diharapkan cara-cara perdamaian yang terjadi di Maluku dan Maluku Utara dapat menjadi acuan bagi nasional, regional, dan internasional.”
Menurut dia, konflik yang terjadi di Kepulauan Maluku pada 1998-2009 merupakan contoh bahwa upaya menciptakan kedamaian merupakan sebuah keniscayaan. Konflik berlatar etnik, politik, dan ekonomi di sana bisa diselesaikan. Masyarakat pun kini bisa hidup dengan damai dan tenteram. (P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved