Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA periode Juli 2018 masih menempatkan petahana capres Joko Widodo sebagai sebagai kandidat terkuat. Dai sejumlah simulasi, pasangan Prabowo-Gatot menjadi penantang terkuat, kemudian disusul pasangan Gatot-Anies.
Demikian dikatakan peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby saat memaparkan hasil riset bertajuk Siapa Pasangan Capres dan Cawapres Ideal Pasca Pilkada?, di kantor LSI, Jakarta, Selasa (10/7).
"Mayoritas publik menginginkan pemerintahan pascapilpres 2019 adalah pemerintahan yang kuat untuk menumbuhkan ekonomi," ujarnya.
Berdasarkan hasil survei tersebut, sambung dia, cawapres ideal sebagai pendamping petahana ialah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
"Meski demikian tetap ada pertimbangan bahwa tentu saja itu tergantung Jokowi. Artinya, Jokowi masih leluasa untuk memilih figur di luar 5 tokoh hasil survei LSI untuk dipilih sebagai cawapres."
Di sisi lain, sambung dia, LSI juga telah merangkum hasil survei dan panel ahli terkait siapa penantang Jokowi pada pilpres mendatang. Ada 3 simulasi yang diposisikan sebagai capres, yaitu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, dan Gubernur DKI Anies Baswedan.
Menurut dia, paslon Prabowo-Gatot berada diurutan teratas dengan 35,6%, Prabowo-Anies (19,6%), Prabowo-AHY (12,3%), dan Prabowo- Ahmad Heryawan (10,2%). Sementara survei terhadap paslon Gatot-Anies meraih poin 31,8%, Gatot-AHY (21,5%), Gatot-Ahmad Heryawan (13,3%).
Adapun simulasi untuk Anies-AHY meraih 33,4%, Anies-Ahmad Heryawan (27,4%), dan Anies-Muhaimin Iskandar (23,4%). "Hasilnya, lawan tangguh Jokowi adalah paslon Prabowo-Gatot, Gatot-Anies, dan Anies-AHY," pungkasnya.
Survei LSI menggunakan metodologi multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200 orang. Wawancara pun dilakukan dengan tatap muka responden menggunakan kuesioner. Survei yang digelar sejak 28 Juni-5 Juli 2018, itu memiliki margin of error sebesar 2,9%. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved