Sikap Realistis Cegah Depresi Karena Kalah Kontestasi Politik

Putri Rosmalia Octaviyani
08/7/2018 13:00
Sikap Realistis Cegah Depresi Karena Kalah Kontestasi Politik
()

PADA tahun politik, depresi rentan dialami oleh calon kepala daerah atau anggota legislatif yang menuai kekalahan. Realistis dan bijaksana menjadi kunci ketahanan mental seseorang agar tidak mudah depresi ketika tengah terpuruk.

Dokter spesialis kesehatan jiwa, Elisa Tandiono mengatakan, dalam ilmu kedokteran jiwa ada yang disebut dengan ketahanan mental. Ketahanan mental secara umum adalah kemampuan seseorang untuk pulih secara sempurna dari stres dan trauma termasuk rasa kecewa akan kekalahan. Salah satu syarat agar seseorang memiliki ketahanan mental tersebut ialah mampu membuat rencana yang realistis dan mengambil langkah bijak untuk mencapai tujuannya.

"Pada saat pilkada (pemilihan kepala daerah) misalnya, kelihatan banyak kandidat yang mengikuti pilkada dengan harapan yang terlalu besar dan tidak realistis dengan kemampuannya," ujar Elisa.

Orang yang tidak memiliki ketahanan mental juga akan cenderung bereaksi dengan cara menyalahkan pihak lain. Emosi negatif akan dengan mudah muncul dan memicu depresi yang dapat berakibat fatal bila tidak segera tertangani dan mendapat pendampingan yang tepat.

"Misalnya menuduh saingan berbuat curang, KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang tidak adil, dikhianati, dan sebagainya. Mereka lebih mengikuti insting daripada memilih cara merespons. Emosi negatif yang muncul adalah rasa takut, cemas, marah, frustrasi hingga akhirnya menghilangkan kemampuan seseorang untuk berpikir nalar contoh berusaha bunuh diri," ujar Elisa.

Dikatakan Elisa, meski begitu, ketahanan mental merupakan proses yang berlangsung seumur hidup. Selain faktor genetik, juga ada faktor lain yang mendukung seperti keluarga, komunitas, hingga kebijakan sosial.

"Untungnya di Indonesia rasa kekerabatan dan sosial cukup tinggi dan dapat menjd hal yang mendukung secara positif," ujar Elisa.

Penanganan yang tepat dan cepat sangat dibutuhkan untuk orang yang tidak memiliko ketahanan mental. Paling utama ialah melalui konsultasi dan arahan dari psikiater atau dokter ahli kesehatan jiwa.

Namun, saat ini jumlah psikiater di Indonesia masih cenderung kurang. Rasionya sekitar 1 psikiater untuk 500 ribu penduduk. Untuk itu, dibutuhkan peran masyarakat serta tenaga kesehatan di tingkat terdalam di setiap daerah untuk dapat ikut serta menangani dan sadar akan gejala minimnya ketahanan sosial dan depresi yang dikhawatirkan akan meningkat di tahun-tahun politik. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya