Mahasiswa yang Dievakuasi dari Yaman tak Perlu Mengulang Mata Kuliah

Dheri Agriesta
13/4/2015 00:00
Mahasiswa yang Dievakuasi dari Yaman tak Perlu Mengulang Mata Kuliah
(: Muhammad Khoirus Zadit Taqwa, mahasiswa asal Tegal yang kuliah di Yaman--ANTARA/Oky Lukmansyah)
WARGA negara Indonesia yang dievakuasi dari Yaman didominasi oleh mahasiswa. Beberapa mahasiswa, terutama dari Universitas Al Ahqaf tak perlu takut mengenai masa depan pendidikan mereka jika meninggalkan Yaman, pihak universitas telah memberikan dispensasi.

Universitas Al Ahqaf semula tak mengizinkan mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di sana untuk dievakuasi karena alasan masa depan pendidikan. Namun setelag rangkaian pembicaraan dilakukan oleh Tim Percepatan Evakuasi WNI di Yaman pihak universitas sedikit memberikan kelonggaran.

"Pimpinan Al Ahqaf bahkan memberikan dipensasi kepada mahasiswa jika nantinya mereka kembali ke Yaman tidak perlu mengulang setahun tapi tinggal menyelesaikan apa yang pada saat evakuasi memang  belum diselesaikan," jelas Kementerian Luar Negeri melalui siaran pers, Senin (13/4/2015).

Jika konflik terus berlanjut dan semakin parah, mahasiswa yang telah kembali ke tanah air diizinkan untuk menyelesaikan mata kuliah yang mereka ambil di cabang Universitas Al Ahqaf yang ada di Cirebon.

Ketua Tim Percepatan Evakuasi WNI di Yaman Yusron Ambari menyebut pemerintah tak bisa memaksa wni yang tak ingin dievakuasi dari Yaman. Namun, fungsi perlindungan harus terus dilakukan pemerintah.

"Karena itu kita akan terus menyampaikan himbauan dan memberikan pengertian", kata Yusron.

Hingga saat ini, pemerintah telah berhasil mengevakuasi hampir 1800 wni dari Yaman. Evakuasi dilakukan melalu berbagai alternatif transportasi baik darat, laut, dan udara. Evakuasi akan terus dilakukan hingga seluruh wni yang meminta bantuan evakuasi berhasil dikeluarkan dari Yaman. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya