Wapres Sebut Ormas Islam Dapat Majukan Ekonomi Bangsa

Dero Iqbal Mahendra
04/7/2018 21:10
Wapres Sebut Ormas Islam Dapat Majukan Ekonomi Bangsa
(MI/RAMDANI)

WAKIL Presiden Jusuf Kalla menyebut perkembangan keislaman di Indonesia saat ini sangat luar biasa, tetapi masih tertinggal dalam bidang ekonomi.

"Kalau kita lihat bahwa kemajuan kita (umat Islam) sebenarnya luar biasa dalam struktur keislaman. Dakwah, alhamdulillah luar biasa, saya menghitung-hitung, dakwah yang paling gegap gempita itu di media," ungkap Wapres di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Rabu (4/7).

Jusuf Kalla menyebutkan kemajuan-kemajuan keislaman yang berkembang diantaranya dalam bidang sosial, dan kesenian. Perubahan-perubahan di bidang sosial tersebut memberikan dampak yang positif pada bidang politik. Namun, masih belum dalam sisi ekonomi umat Islam masih tertinggal.

"Salah satu yang belum berkembang betul ialah entrepreneurship umat," ujar Kalla.

Karenanya, dia berharap Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dapat bersatu untuk saling melengkapi serta memberikan semangat kepada umatnya untuk berwirausaha demi menutupi kekurangan umat Islam dewasa ini.

"Salah satu spirit yang paling penting kita angkat iyalah spirit entrepreneurship dunia usaha itu, dimana-mana saya bicara di muhammadiyah juga di konfrensi apapun saya bicara. Sekarang perlu kita camkan bahwa dari semua sektor, cuma satu yang kita tidak punya mayoritas, hanya satu tinggal ekonomi," tegas Kalla.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir menyampaikan pandangannya tentang pentingnya silaturahim.

"Silaturahmi merupakan sebuah sarana untuk mempertahankan persaudaraan dan merajut kembali persaudaraan yang sempat terputus," ujarnya.

Haidar menjelaskan bahwa kita juga harus mengembangkan silaturahim kebangsaan. Menurutnya, terdapat dua hal penting dalam mengembangkan silaturahim kebangsaan.

Pertama, bagaimana seluruh elemen bangsa termasuk pemerintah ikut menyatukan visi kebangsaan. Sedangkan yang kedua, bagaimana orientasi keagamaan dan nilai-nilai kebudayaan hidup dan memberi jiwa kepada keindonesiaan.

Untuk itu, Muhammadiyah harus mengajak seluruh elemen bangsa ikut serta dalam mencerdaskan dan memajukan kehidupan bangsa. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya