INDONESIA Corruption Watch (ICW) menyebutkan beberapa titik rawan yang masih akan terjadi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015. Titik rawan ini terjadi guna meraih kemenangan dalam persaingan di Pilkada. "Ada beberapa titik paling rawan pemilukada. Proses jual beli nominasi atau kandisasi buying. Harus berkompetisi antar mereka untuk dipilih partai," kata Deputi Koordinator ICW Ade Irawan, dalam diskusi 'Pilkada Langsung dan Praktek Bandit Anggaran' di Aula Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (12/4/2015).
Kemudian, kata dia, penggunaan dana kampanye tak luput dari titik rawan lantaran adanya kekhawatiran penyalahgunaan dana demi meningkatkan elektabilitasnya. "Proses kampanye butuh uang banyak. Jauh sebelum tahapan di mulai kandidat butuh uang untuk menaikan popularitas, elektabilitas dengan menggunakan iklan dan konsultan politik," kata dia.
Politik uang, kata dia, kemungkinan besar masih akan timbul dalam Pilkada 2015. Bahkan, kata dia, dalam riset yang dilakukan ICW, politik uang sangat rawan terjadi diberikan kepada penyelenggara negara guna meraih kemenangan. Sehingga, setiap calon diwajibkan memiliki dana yang besar guna berhasil memenangkan persaingan dalam Pilkada.
"Biaya untuk proses pemenangan. Paling banyak politik uang. Selama ini yang diawasi politik uang kepada pemilih. Padahal yang berbahaya adalah kepada penyelenggara, di Kecamatan umumya mengaku dapat uang dari kandidiat. Bahkan, ada yang mengaku mereka harus menempatkan orang-orang mereka di penyelengara. Ini makanya dibutuhkan uang yang banyak untuk memenangkan persaingan," beber dia.
Terakhir, kata dia, penyalahgunaan dana anggaran negara dan fasilitas negara yang sangat rawan diselewengkan sebagai alat kampanye, seperti dana bos, dana APBD serta dana bansos. Bahkan, kata dia, dana bansos paling sangat rawan disalahgunaakan pada setiap Pilkada di daerah-daerah. "Sekarang yang harus di jaga penggunaan dana negara, yang paling banyak dana bansos. Penggunaan fasilitas negara juga seperti gedung untuk alat kampanye. Ini titik rawannya yang masih akan terjadi dalam Pilkada ke depan," tandas dia.(Q-1)