TEGURAN Ketua Umum PDI Perjuangan kepada Presiden Joko Widodo dalam Kongres IV di Bali dinilai wajar. Karena, teguran tersebut salah satu upaya untuk menyukeskan pemerintahan. Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR Johny G Plate menilai wajar teguran tersebut kepada Presiden Jokowi yang memang diusung sebagai Presiden dari PDIP.
"Mereka berhasil memilih dan menemukan Jokowi-JK. Nah sebagai konsekuensi, mereka punya kewajiban bahwa presiden dan wapres yang mereka dukung sukses menjalankan pemerintahan. Dalam konteks itu, 6 bulan pertama pemerintah Jokowi ada banyak hal yang harus dikoreksi agar tidak menyimpang terlalu jauh," ujar Johny di Jakarta, kemarin.
Johny mengataan pidato tersebut merupakan selentingan dan ungkaam dari Megati sebagai ketua umum PDIP yang ikut pula membesarkan nama Jokowi. "Kalau dari selentingan Bu Mega di Bali itu peringatan, parpol pendukung itu punya pengaruh kuat agar presiden berhasil. Tidak mungkin pernyataan muncul tiba-tiba. Pasti ada sebab karena ada kecenderungan arah kebijakan Presiden mau dibelokkan ke arah tertentu," sambungnya.
Dia berpandangan Jokowi selama 6 bulan berjalannya pemerintahan, cenderung tidak sesuai dengan keinginan dan arahan partai koalisi pendukung pemerintah.
"Ketika proses politik sudah dilalui harusnya disepakati semuanya. Tidak ada ribut-ribut lagi. Uniknya kita seluruh dunia belum ada yang kayak gini, parpol pendukung presiden kayak jadi oposisi tapi parpol yang mulanya tidak mendukung jadi pendukung," pungkasnya. (Q-1)