Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Jusuf Kalla menerima Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kantor Wapres Jakarta, kemarin sore, untuk melakukan pertemuan tertutup sekitar 1 jam.
Airlangga tiba di Kantor Wapres dengan mobil dinas Menteri Perindustrian RI 32 pukul 15.00 WIB. Seusai pertemuan, Airlangga enggan menemui sejumlah awak media yang telah menunggu di Kantor Wapres sejak siang.
Sebelumnya, di Hotel Bidakara Jakarta, Wapres mengonfirmasikan pertemuan tersebut dan mengatakan akan memberikan nasihat politik kepada Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
"Saya kan bekas Ketua (Umum) Partai Golkar. Jadi, ketemu Ketua Umum Golkar (Airlangga) ya (Ketua Umum Golkar) dinasehatin saja," kata Kalla. Sebelumnya, di Jakarta, Senin (2/7), Airlangga mengatakan ia akan menemui Wapres Jusuf Kalla untuk membicarakan perkawinan politik antara Partai Golkar dan Partai Demokrat di Pilpres 2019.
Opsi pasangan JK-AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) mencuat setelah Partai Demokrat berniat membentuk koalisi kerakyatan, dengan pertemuan antara Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla beberapa waktu lalu.
Sementara itu, masa pendaftaran calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2019 semakin dekat. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, pendaftaran capres-cawapres dilakukan selambat-lambatnya delapan bulan jelang pemungutan suara. Dengan demikian, masa pendaftaran capres-cawapres akan dimulai pada 27 Juli hingga 3 Agustus, untuk kemudian ditetapkan capres-cawapres pada 4 Agustus mendatang.
Konsisten
Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar Tb Ace Hasan Syadzily mengakui Kalla dan Airlangga telah bertemu di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, kemarin.
Meskipun demikian, Ace, sapaan akrabnya, tidak mengetahui secara detail apa isu yang dibahas keduanya dalam pertemuan itu.
"Pertemuannya sudah selesai tadi," terangnya saat dimintai konfirmasi oleh Media Indonesia di Jakarta, kemarin petang.
Menurut Ace, pertemuan JK dan Airlangga diketahuinya hanya merupakan pertemuan silaturahim biasa. Terlebih JK merupakan senior Partai Golkar dan Airlangga kini Ketua Umum DPP Partai Golkar.
"Saya tidak tahu persisnya. Namun, info awalnya hanya silaturahim," tegasnya.
Terkait dengan isu pembahasan poros ketiga sebagaimana dilontarkan Partai Demokrat dengan mengusung JK dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ace tidak bisa menjelaskan. "Soal itu kami belum tahu ya. Apalagi kan poros JK-AHY itu baru aspirasi Demokrat."
Ace menegaskan, terkait dengan Pilpres 2019, Golkar tidak akan berubah pilihan. "Kita tetap konsisten mendukung Pak Jokowi sebagai capres 2019," ungkapnya.
Senada, Ketua Dewan Pakar Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar Agung Laksono memastikan suara Golkar bulat mendukung Airlangga sebagai calon wakil presiden Jokowi dalam Pilpres 2019.
Pada bagian lain, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno mengakui nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan santer dibicarakan di internal Gerindra dan PKS untuk diusung bersama Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2019.
"Saya juga mendengar yang sama ya. Tapi menurut saya, kita serahkan kepada mitra koalisi," kata Sandiaga di Balai Kota Jakarta.
Gerindra dan mitra koalisi pun ingin segera mengerucutkan nama-nama kandidat yang akan diusung. Namun, kata dia, masih ada waktu 30 hari untuk membicarakan hal itu. "Banyak harapan yang menjatuhkan kepada nama-nama, Pak Anies (salah satunya). Pak Prabowo menyebut juga ada keinginan mitra koalisi untuk mengerucutkan. Kita punya 30 hari lagi. Kita lihat minggu-minggu depan konsolidasinya." (Opn/DD/Ant/X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved