Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA akan mengusulkan Pancasila sebagai contoh konsep penanggulangan krisis peradaban yang saat ini tengah menjadi masalah dunia. Pasalnya, nilai-nilai Pancasila dapat yang menjungjung sisi etika dan moralitas sebagai jalan tengah sebagai pertimbangan penyelesaian krisis dunia.
Hal tersebut diungkapkan oleh Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) yang juga Centre for Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC) Din Syamsuddin terkait akan dilaksanakannya pertemuan Forum Perdamaian Dunia yang akan dilaksanakan 14-16 Agustus mendatang.
Dirinya mengungkapkan ide tersebut akan diajukan oleh Indonesia sebagai bahan pertimbangan agar dapat dijadikan contoh bagi penyelesaian krisis peradaban dunia. Dalam pertemuan itupun nantinya akan ada cendekiawan, agamawan serta pemangku kebijakan dari berbagai negara yang nantinya akan bertukar pikiran memberikan ide serta gagasan mereka dalam menaggukangi masalah dunia.
"Krisis peradaban ini berakar pada sistem dunia yang liberal sehingga menempatkan manusia hanya sebagaj objek eksploitasi semata. Untuk itu Indonesia akan menawarkan Pancasila sebagai pertimbangan dunia dalam melihat krisis peradaban saat ini," ujarnya saat ditemui di Kantor CDCC, Jakarta, Selasa (3/7).
Din mengungkapkam krisis peradaban saat ini berakar pada sistem liberal yang menjadikan manusia hanya sebagai objek eksploitasi semata sehingga mendorong munculnya sekularisme dan ekstremisme yang berimbas terjadinya konflik etnis hingga perang.
Hal tersebutpun turut mempengaruhi sisi stabilitas ekonomi serta sosial dunia saat ini. Untuk itu dirinya mengungkapkan Pancasila yang memiliki nilai-nilai etika dan moralitas dapat menjadi contoh konsep jalan tengah bagi permasalahan tersebut.
"Tidak diragukan lagi, dunia kita membutuhkan pendekatan baru untuk mempromosikan perdamaian. Pada titik ini diforum tersebut Indonesia akan mecoba menawarkan Pancasila untuk sebagak pendekatan jalan tengah," ujarnya.
Nantinya dari pembahasan tersebut akan muncul rekomendasi-rekomendasi yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi penuntasan masalahbtersebut. Lebih lanjut Din berharap agar pertemuan pada forum perdamaian tersebut mampu menghadirkan jalan tengah bagi perdamaian dunia.
"Di forum tersebut akan berkumpul, berbicara, membahas satu tema penting yaitu jalan tengah sebagai solusi terhadap peradaban dunia. Tema ini sengaja kita angkat untuk ikut menjawab permasalahan dunia," ungkapnya.
Pertemuan tersebut diagendakan berlangsung pada tanggal 14-16 Agustus 2018 mendatang di Jakarta dan akan dihadiri oleh sejumlah tokoh dunia serta dalam negeri. Sejumlah tokoh dari kalangan agamawan, cendekiawan hingga penentu kebijakan dunia akan turut hadir dalam pertemuan tersebut. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved