POLITISI senior PDIP, Pramono Anung membenarkan jika kadernya bernama Adriansyah, anggota Komisi IV DPR RI asal Kalimantan Selatan, tertangkap tangan oleh KPK.
Politisi yang karib disapa Pram itu mengaku telah mengonfirmasi langsung kepada salah satu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Saya langsung meminta informasi dan melakukan pengecekan kepada salah satu pimpinan KPK. Dan, memang betul yang tertangkap tangan itu saudara Adriansyah," kata Pram di arena Kongres IV PDIP, Denpasar, Jumat (10/4).
Adriansyah merupakan mantan Bupati Tanah Laut dua periode. "Periode lalu dia menjadi Ketua DPD PDIP Kalimantan Selatan," terang Pram.
Menurut Pram, apa yang melakukan Adriansyah sangat mencoreng muka PDIP. Apalagi, sambung dia, PDIP tengah melakukan hajatan lima tahunan. "Tentunya apa yang dilakukan Adrianysah ini sangat mencoreng dan memalukan bagi partai yang tengah mempunyai hajatan yang cukup strategis dalam lima tahunan," tegas Pram.
Pihaknya telah mengusulkan agar Adriansyah, anggota DPR RI asal PDIP yang ditangkap tangan KPK dipecat. "Tidak ada kata lain, pasti partai akan memberikan sanksi yang tegas kepada yang bersangkutan," katanya.
Mahkamah Partai akan segera bersidang jika susunan pengurus DPP partai sudah terbentuk. "Saya juga mengomunikasikan dengan ketua umum, maka tindakan yang tepat adalah pemecatan bagi yang bersangkutan," katanya.
Pram memastikan PDIP tak akan memberi bantuan hukum kepada Adriansyah. "Wong sudah dipecat ngapain dikasih bantuan hukum," tegasnya.
Namun demikian hingga kini PDIP belum mengetahui kasus yang menjerat Adriansyah. "Kasusnya, KPK ketika saya menanyakan itu mereka menunggu dari penyidik. Sehingga saya sendiri belum tahu, hanya meraba-raba. Kalau meraba-raba terus terang saya tidak berani untuk membuat statement," katanya.
Informasi yang beredar Adriansyah ditangkap dalam kaitan kasus suap pertambangan, Pram tak mau berspekulasi. "Memang yang bersangkutan di Kalsel, di sana banyak tambang. Tapi saya sendiri belum tahu," demikian Pram. (Q-1)