Watimpres Tangkap Sinyal Kekecewaan Masyarakat

Anshar Dwi Wibowo
10/4/2015 00:00
Watimpres Tangkap Sinyal Kekecewaan Masyarakat
(MI/PANCA SYURKANI)
SELAMA enam bulan terakhir, pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mendapat penilaian kurang memuaskan dari masyarakat. Hal tersebut kemudian menjadi sinyal untuk mengevaluasi kabinet.

Menanggapi wacana evaluasi kabinet, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Suharso Monoarfa mengatakan, watimpres menangkap sinyal-sinyal kekecewaan yang ada di masyarakart. Hal tersebut kemudian menjadi bahan pertimbangan untuk presiden.

"Yang kami dengar dari market memang ada kekecewaan yang di addressed (ditujukan) di tim kabinet tapi saya tidak berkesempatan mengatakan siapa. Itu untuk jadi bahan pertimbangan untuk disampaikan kepada presiden," ujar Suharso.

Suharso mengungkapkan, pertimbangan detil untuk presiden tidak bisa disampaikan kepada publik. Namun, ia memastikan watimpres mendulang berbagai informasi baik dari sisi ekonomi, politik maupun pelayanan publik untuk merumuskan sebuah pertimbangan.

Ia menambahkan peran watimpres hanya sejauh memberi pertimbangan. Sebab hak mengevaluasi menteri sepenuhnya ada di tangan presiden.

"Kami di watimpres tidak pernah membicarakan kabinet, juga tidak pernah mengatakan menteri ini bagus dan tidak kepada persiden. Yang disampaikan yang tidak terikat kepada status jabatan tapi kebijakan yang punya arti positif dan negatif terhadap perekonomian dan politik dalam rangka presiden menjalankan pemerintahan," tuturnya.

Seebelumnya survei Indo Barometer menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja pemerintahan Jokowi-JK hanya sebesar 57,5%. Meski begitu, tingkat kepercayaan terhadap lembaga kepresidenan sangat tinggi mencapai 88,3%. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya