Kemendikbud Turunkan Tim Investigasi PPDB Jalur Mandiri

Syarief Oebaidillah
01/7/2018 17:04
Kemendikbud Turunkan Tim Investigasi PPDB Jalur Mandiri
(MI/BARY FATHAHILAH )

PENERIMAAN Peserta Didik Baru (PPDB) jalur mandiri di SMA Negeri Lampung yang memungut biaya puluhan juta kini tengah didalami tim Inspektorat Jendral Kemendikbud.

"Saat ini tim Itjen sedang turun ke lapangan untuk investigasi lebih jauh kasus tersebut," ungkap Plt Irjen Kemendikbud Totok Suprayitno menjawab Media Indonesia, hari ini.

Totok yang juga Kepala Badan Penelitan dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud ini mengutarakan pihaknya akan mendalami seluruh sistemnya. Mulai dari mengkaji petunjuk teknis (juknis) kebijakan pungutan jalur mandiri PPDB diterbitkan dan proses pelaksanaannya.

"Tim Itjen akan mendengar kesaksian- kesaksian dan pengaduan dari semua pemangku kepentingan. Sehingga nantinya rekomendasi yang dikeluarkan fair dan tidak bias," tegas Totok.

Tim investigasi Itjen ke Lampung bertugas selama tiga hari dan sesuai situasi dan kondisi di lapangan.

Totok mengutarakan sumbangan dari orangtua atau masyarakat guna memajukan pendidikan sesungguhnya boleh boleh saja. Tetapi harus dilakukan secara transparan dan akuntabel sejak proses perencanaan, pengelolaan dan penggunaannya..

"Hal ini sudah ada aturannya. Sumbangan mestinya tidak boleh dikaitkan dengan keputusan diterima atau tidaknya peserta didik masuk sekolah negeri," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan berdasarkan laporan Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) di SMA Negeri 2 Lampung terdapat jalur mandiri PPDB yang memungut pungutan hingga Rp 22 juta kepada orang tua siswa..

Saat dikonfirmasi Media Indonesia salah seorang orang tua murid membenarkan pungutan tersebut dan merasa keberatan serta meminta hal ini di evaluasi.

Ketua Umum FGII Teti Sulastri meralat bahwa diantara orang tua murid yang membayar pungutan itu bukan mantan pejabat KPK tetapi warga biasa di Lampung. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya