Kalau Jadi Presiden, Prabowo Mau Pindahkan Makam Pahlawan Nasional

Golda Eksa
29/6/2018 18:25
Kalau Jadi Presiden, Prabowo Mau Pindahkan Makam Pahlawan Nasional
(Antara)

MAKAM para pahlawan nasional yang menjadi simbol pemimpin bangsa sejatinya dikembalikan ke tanah kelahiran. Upaya memperbaiki kondisi itu merupakan bentuk penghormatan kepada keluarga dan rakyat yang pernah berjuang melawan penjajah.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan hal tersebut di sela-sela acara halal bilhalal 1439 Hijriah Keluarga Besar Universitas Bung Karno (UBK), di Jakarta, Jumat (29/6).

Turut hadir Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan UBK, Rachmawati Soekarnoputri, Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, dan mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli.

Menurut Prabowo, makam Pangeran Diponegoro yang berada di Makassar, Sulawesi Selatan, perlu dikembalikan ke Yogyakarta, tanah kelahirannya. Begitu pula dengan makam Tuanku Imam Bonjol yang berada di Minahasa, Sulut, dikembalikan ke Pasaman, Sumatra Barat, serta makam Kiai Madja di Sulawesi Utara.

"Pemimpin-pemimpin kita berhak kembali di tengah rakyat sendiri. Walaupun kita bhinneka tunggal ika, kita akan datang dan akan minta izin kepada masyarakat di sana," katanya.

Wacana memindahkan makam tersebut diakui Prabowo akan dilakukannya apabila dia mendapat kepercayaan untuk menjadi presiden periode mendatang. Ia juga menitipkan pesan pemindahan makam pahlawan nasional itu kepada capres Rizal Ramli.

"Saya mau sarankan, insha Allah kalau nanti 2019, siapa tahu Pak Rizal Ramli atau saya, saya titip harus berani kita memperbaiki yang dulu disakiti, dikhianati bangsa lain," pungkasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya