Evaluasi Menteri Didasarkan Hasil Konkret

Arif Hulwan
09/4/2015 00:00
Evaluasi Menteri Didasarkan Hasil Konkret
(MI/Ramdani)
TAL LAGI mengedepankan citra prestasi pejabat yang ditampilkan di media massa, Presiden Joko Widodo melakukan evaluasi kinerja lewat capaian nyata pembantu-pembantunya di Kabinet Kerja.

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengakui parameter penilaian kinerja para Menteri itu sempat dilakukan lewat pemberitaan di media.

"Presiden pernah satu kali melakukan (cara penilaian) itu, tetapi sekarang lebih muncul (penilaian lewat) data-data konkret," katanya.

Ia menjelaskan, data konkret itu di antaranya, pertama, serapan anggaran Kementerian/Lembaga. Laporan soal itu datang dari Kementerian Keuangan. Pihak Kepresidenan pun bisa memantau Kementerian mana yang daya serap anggarannya sudah baik atau masih minimalis.

Andi memaklumi jika tak semua serapan anggaran Kementerian sudah baik. "Karena masih ada sebagian besar kementerian yang restruktursisasi kelembagaannya sedang berlangsung, sehingga kalau penyerapan anggarannya rendah masih bisa dipahami," dalihnya.

Parameter kedua adalah capaian target-target program yang diberikan Presiden kepada Kementerian. "Baik yang tertuang dalam rencana kerja Pemerintah ataupun arahan-arahan khusus Presiden dalam rapat tertentu," imbuh dia.

Ukuran-ukuran penilaian di atas itu, lanjut Andi, bakal jadi patokan evaluasi kinerja. Ia mengaku bahwa sejauh ini belum ada lembaga lain yang ikut mengevaluasi kinerja Kementerian selain Presiden. "Sampai saat ini (yang mengevaluasi adalah) Presiden," ucapnya.

Terlepas dari hasil, Andi mencontohkan menteri yang diakuinya sudah melakukan proses kerja yang "luar biasa". Yakni, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Meski evaluasi diakuinya berjalan setiap hari di rapat-rapat kabinet, ia sendiri membantah itu bakal dijadikan dasar adanya perombakan kabinet dalam waktu dekat. "Tidak pernah (isu reshuffle) itu dibicarakan Presiden ke kami, pembantu-pembantunya," akunya.

Dia juga membantah adanya hambatan komunikasi antara Presiden dengan para menterinya, maupun di lingkungan Kepresidenan sendiri. "Setahu saya tidak," bantah Andi.

Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan membantah soal adanya evaluasi yang dilakukan lembaganya terhadap kinerja para menteri. "Saya masih sibuk urus yang lain. Belum terpikir untuk itu. Sampai sekarang beluma ada perintah," tepisnya.

Saat ditanya soal penilaiannya mengenai kinerja jajaran Kabinet Kerja sejauh ini, Luhut enggan berkomentar banyak. "Saya bukan dalam posisi untuk menilai-nilai ya. Sejauh yang saya lihat presiden bekerja baik. Semua menyelesaikan masalah," cetus dia.

Luhut pun meminta masyarakat untuk lebih dulu memberi waktu kepada jajaran Kabinet Kerja membuktikan hasil kerjanya. Menurut dia, masa enam bulan jabatan belum cukup untuk melakukan itu. Sebab, masih ada konsolidasi organisasi di tiap lembaga itu yang diperlukan agar hasil kerja optimal.

"Sekarang sudah terasa mungkin. Tapi saya kira lebih bagus satu setengah tahun ke depan ini baru kita bisa lihat buahnya yang lebih baik lagi. Kita sabar dikit lah," tandasnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya