Bertemu Romi, Airlangga: Koalisi Jokowi Enggan Dipecah-belah

Astri Novaria
28/6/2018 20:58
Bertemu Romi, Airlangga: Koalisi Jokowi Enggan Dipecah-belah
(MI/M. Irfan)

KETUA Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto menemui Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy di Kantor DPP PPP, Jakarta, Kamis (28/6). Pertemuan tersebut berlangsung tertutup selama kurang lebih 45 menit.

Airlangga mengaku pertemuan tersebut selain untuk bersilaturahmi juga bertujuan untuk merapatkan barisan untuk mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang.

"Di antara ketum-ketum partai juga kami mencoba untuk menjalin semacam protokol atau pengertian sehingga kami tidak bisa nanti ke depan dipecah belah lagi dalam mendukung Bapak Presiden. Tadi kita sudah menyepakati langkah-langkah ke depan terhadap persiapan menuju Pileg dan Pilpres 2019," ujarnya.

Menurutnya, pertemuan ini penting dilakukan setelah hasil hitung cepat yang dirilis sejumlah lembaga survei. Lebih lanjut kata Airlangga, hasil PIlkada 2018 bisa menjadi modal untuk memperkuat koalisi pemerintah yang mengusung Jokowi lanjut dua periode.

"Tadi sudah dibahas dan disepakati bahwa modal politik, modal elektabilitas dari hasil Pilkada untuk Pak Presiden terhadap partai koalisi pemerintah semakin meningkat. Tentu peningkatan modal politik ini perlu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret dan termasuk juga komunikasi yang intens antara ketua umum partai dengan pak presiden," tandasnya.

Airlangga juga mengusulkan agar koalisi pendukung Jokowi segera dipastikan Menurutnya hal itu penting dilakukan untuk memantapkan koalisi pengusung Jokowi ke depannya saat Pilpres dan setelah Pilpres. Hingga kini, sambung dia, koalisi pendukung Jokowi masih membuka kesempatan bagi partai politik lain untuk bergabung.

"Demokrasi di Indonesia tidak memungkinkan satu partai menguasai 51 persen. Jadi, koalisi permanen diperlukan. Kami punya pemikiran bahwa koalisi permanen ini sebaiknya dibuat di awal untuk mengawali," paparnya.

Saat ditanyakan perihal cawapres Jokowi, menurutnya hal itu akan segera dibahas bersama partai koalisi dan keputusannya diserahkan kepada Jokowi.

Senada dengan Airlangga, Romahurmuziy mengatakan silaturahim dengan Golkar bertujuan untuk meneguhkan kesepakatan bersama mengusung Jokowi.

"Tentu kami juga membangun kesepakatan bersama untuk bersama-sama segera melakukan penyiapan konsolidasi partai pengusung Pak Jokowi di 2019 ini untuk agenda pilpres yang dalam waktu dekat kurang dari 40 hari ke depan sudah akan dimulai pendaftarannya," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya