Kelompok Bersenjata di Papua Tunjukan Eksistensi di Momentum Pilkada

Akmal Fauzi
28/6/2018 16:54
Kelompok Bersenjata di Papua Tunjukan Eksistensi di Momentum Pilkada
(ANTARA)

POLRI menyebut serangkaian penembakan terjadi jelang dan saat pemungutan suara Pilkada Serentak 2018 di Papua diduga untuk menunjukkan eksistensi kelompok bersenjata di Papua. Saat ini polri masih menyelidiki keterkaitab rangkaian penembakan itu

"Mereka memanfaatkan momen ini untuk mengganggu dan menunjukkan eksistensi mereka. Semua tahu orang sibuk dengan pilkada, maka mereka melakukan kegiatan agar mereka dikenal dan eksis," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (28/6)

Pada Rabu (27/6) sekitar pukul 16.00 WIT, dua speedboat yang membawa surat suara hasil pencoblosan diberondong tembakan oleh kelompok bersenjata di Distrik Torere, Kabupaten Puncak Jaya.

Adapun satu korban tewas, yakni camat setempat yang ikut dalam speedboat tersebut. Tujuh dari sembilan anggota Polisi selamat, sementara keberadaan dua Polisi lainnya dikabarkan tewas dalam serangan itu.

Sebelumnya, pada Senin (25/6) kelompok bersenjata juga menembaki pesawat pengangkut logistik Pilkada di Kabupaten Nduga, Papua. Akibat serangan itu, co-pilot mengalami luka tembak dan pencoblosan di Kabupaten tersebut batal digelar.

Polri belum bisa memastikan kelompok bersenjata mana yang menyerang logistik Pilkada di Papua.

Namun Polri meyakini penembakan itu dilakukan oleh kelompok bersenjata yang sama. Sebab, targetnya adalah logistik Pilkada Papua, yang diangkut pesawat dan speedboat itu. Polri saat ini tengah melakukan pengejaran

"Masih dalam penyelidikan, karena di sana tempatnya sangat lebat hutannya, kemudian cuaca tidak bersahabat, menyulitkan, medannya cukup berat. Semoga segera dituntaskan," ucap Setyo. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya