Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Narkotika Nasional (BNN) mencatat tren lonjakan penyelundupan narkoba dari luar negeri ke Indonesia yang sangat luar biasa.
Kepala Bagian Humas BNN, Kombes Sulistiandriatmoko, mengungkapkan, sebagai pembanding, barang bukti narkotika jenis sabu hasil tangkapan BNN selama 2017 adalah sekitar 3,7 ton.
"Tetapi di 2018 sampai periode Mei ini barang bukti terutama sabu yang disita sudah melebihi dari tangkapan tahun 2017," ujar Sulis kepada Media Indonesia di kantornya, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (26/6).
Soal masifnya penyelundupan narkoba ke Tanah Air, Sulis membeberkan BNN dan stakeholder terkait melakukan penangkapan atau penyitaan narkotika dalam rentang waktu yang berdekatan.
Pada Janurari lalu, BNN bersama-sama dengan TNI Angkatan Laut dan Bea Cukai berhasil menangkap 1,0375 ton sabu. Dua pekan kemudian, aparat Bareskrim Polri menangkap 1,6 ton obat-obatan ilegal.
"Dilanjutkan oleh penangkapan-pengkapan berikutnya oleh Polda Metro Jaya dan terus-menerus penangkapan terakhir Mei (lalu) sudah melebihi total tangkapan satu tahun pada 2017 lalu," jelas Sulis.
"Jadi luar biasa peningkatannya," tegasnya.
Sementara itu, terkait jumlah tersangka yang ditangkap, BNN mengatakan sebagian besar pelaku adalah warga negara asing asal Taiwan dan Tiongkok.
"Kalau untuk sabu (sindikat penyelundup) masih tetap dari Asia seperti Tiongkok dan Myanmar. Tetapi yang ektasi dan narkotika-narkotika jenis baru banyak juga melibatkan aktor intelektual sindikat jaringan dari Eropa," kata Sulis.
Menurutnya, makin canggih atau tidaknya sindikat narkoba dalam beroperasi, mereka akan tetap berupaya mencari berbagai celah dan cara untuk menyelundupkan narkotika ke Indonesia. Pasalnya, pasar atau demand di Indonesia sangat besar.
"Sebanyak 3,7 juta prevalensi kita angka pengguna itu angka yang begitu besarnya," tegas Sulis.
Selasa (26/6) ini dunia memperingati Hari Antinarkotika Internasional yang jatuh setiap 26 Juni. Tema yang dimabil oleh BNN pada 2018 merujuk pada tema yang diambil oleh Kantor PBB untuk Urusan Narkoba dan Kejahatan atau United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).
Puncak perayaan Hari Antinarkotika Internasional di Indonesia akan diadakan pada 12 Juli di Balai Besar Rehabilitasi BNN di Lido, Bogor, Jawa Barat. Rencananya, acara itu akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.
Tema yang diambil adalah "Menyatukan dan menggerakkan seluruh kekuatan bangsa dalam perang melawan narkoba untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat tanpa narkoba".
"Kita ingin menyatukan dan menggerakkan seluruh kekuatan bangsa dalam perang melawan narkoba untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat tanpa narkoba," kata Sulis.
"Mengapa tema itu kita ambil karena tanpa menyatukan dan menggerakkan seluruh potensi bangsa BNN sendiri tidak akan mampu mengatasi persoalan narkoba di Indonesia
"Kita tidak akan mampu mengatasi penyelundupan narkoba tanpa melibatkan TNI, Polri, Bea Cukai, Syahbandar, hingga masyarakat dan nelayan-nelayan di pantai-pantai terpencil," pungkasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved