Hasil Pilkada Jabar Tentukan Peta Politik Pilpres

Bayu Anggoro
25/6/2018 19:13
Hasil Pilkada Jabar Tentukan Peta Politik Pilpres
(ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

PEMILIHAN Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 diyakini akan menentukan konstelasi politik pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Jabar adalah daerah dengan jumlah pemilih terbanyak di Indonesia. Kalau ini bisa dikuasai pemenang pilgub, yang pasti akan mendukung salah satu calon di pilpres. Ini akan berpengaruh luar biasa," kata pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Padjajaran Bandung Muradi dalam diskusi Peneropongan Politik Pascapemilihan Gubernur Jabar 2018, di Bandung, Senin (25/6).

Acara itu juga menghadirkan aktivis lingkungan Irhas Ahmady dan pakar ekonomi Ferry Kurniawan.

Muradi berpendapat, kontestan Pilgub Jabar 2018 memiliki irisan yang sama dengan partai pengusung pada Pilpres 2019.

Sehingga, partai pengusung calon gubernur yang memenangi pilgub akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk mengusung calon presiden.

Sebagai contoh, dia memprediksi jika pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum atau Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan yang memenangi pilgub, akan terdapat dua pasangan calon presiden pada Pilpres 2019.

"Melihat latar belakang partai dan sosok, kalau yang menang pasangan Ridwan-Uu atau Tb Hasanudin-Anton Charliyan, bisa dipastikan akan mendukung Joko Widodo. Lawannya kemungkinan hanya akan ada satu. Jadi hanya ada dua pasangan capres," katanya.

Atau, jika pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang memenangi pilgub bisa dipastikan akan mendukung Prabowo Subianto pada pilpres.

Akan tetapi, lanjut Muradi, situasi berbeda akan terjadi jika pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi memenangi pilgub.

Kemenangan pasangan yang disingkat 2DM itu, lanjut dia, akan menumbuhkan kepercayaan diri bagi Partai Demokrat selaku pengusung kandidat tersebut.

Sehingga, menurutnya bukan tidak mungkin partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono itu percaya diri untuk mengusung calon pada pilpres.

"Demokrat punya kepentingan di 2019, ingin mengulang Pemilu 2009," katanya.

Pilgub Jabar 2018 diikuti empat pasangan calon. RK-Uu diusung oleh Partai NasDem, PPP, PKB, dan Hanura. Lalu, Tb Hasanuddin–Anton Charliyan diusung oleh PDIP. Parpol pengusung kedua pasangan calon itu sudah menyatakan mendukung Jokowi pada Pilpres 2019.

Di sisi lain, Sudrajat–Ahmad Syaikhu diusung Gerindra, PKS, dan PAN. Sedangkan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Menurut Muradi, Demokrat menantikan hasil pilgub Jabar untuk menentukan pilihan pada pilpres. "Kalau yang lain kan sudah jelas arahnya ke mana," kata dia. (A-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya