Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Marsudi Suhud menganggap wajar permintaan maaf yang diutarakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salman Alfarisi setelah mengungkapkan rasa tidak sukanya terhadap pengurus besar NU Yahya Staquf.
Baik dirinya secara pribadi maupun NU secara organisasi menurutnya tidak pernah mempermasalahkan ujaran kebencian yang dilontarkan Salman melalui akun media sosialnya itu.
"Ya wajar minta maaf setelah menyadari melakukan kesalahan. Apalagi ini suasananya masih lebaran," kata Marsudi saat dihubungi Media Indonesia, Senin (25/6).
Marsudi pun tak mau terus mempersoalkan perkataan Salman. Sebab, NU tak ingin Ada perpecahan.
"Ga mau panjang-panjang soal itu. Biarin saja. Toh sudah minta maaf yasudah. Mari dimaafkan," ujarnya.
Sebelumnya, kader PKS Salman Alfarisi diketahui membuat tulisan di media sosial Facebook bernada penghinaannya kepada anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang juga anggota PB NU Yahya Staquf karena kedatangannya ke Israel untuk menjadi pembicara.
"Tak Puas jadi Wantimpres di Istana Negara.. Cecunguk itu Angkat Telor Cari Muka ke Israel.. Mau Merangkap Jadi Wantimpres Israel?" unggah Salman, Senin (17/6) lalu.
Namun, cuitan itu segera dihapus karena akhirnya menimbulkan perdebatan serta kontroversi. Yahya Staquf sendiri tak pernah menanggapi ujaran kebencian yang datang padanya dan hanya sekali memberikan penjelasan bahwa kehadirannya hanya untuk membela Palestina.
Tetapi, hari ini Salman menuliskan permintaan maaf juga melalui akun Facebook miliknya.
"Dengan kerendahan hati saya meminta maaf kepada: bapak Prof. Yahya Staquf, Warga nahdhiyyin dan DPP PKS atas postingan saya yang menampilkan kata-kata kurang pantas," kata Salman melalui akun Facebook-nya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved