Djarot Sekarang Joko Widodo Kemudian

Puji Santoso
24/6/2018 10:15
Djarot Sekarang Joko Widodo Kemudian
(Bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat (kanan) dan Sihar Sitorus -- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

CALON Gubernur Djarot Saiful Hida-yat mengatakan ke-menangannya di Sumatra Utara merupakan langkah awal untuk kembali membawa Presiden Joko Widodo menjadi RI-1 periode 2019-2024.

"Tunjukkan terlebih dahulu tanggal 27 Juni sebagai awal perjuangan 2019 kita akan menangkan Pak Joko Widodo. Supaya apa? Supaya pembangunan di Sumut lebih dipercepat, Pak Jokowi harus diberikan kesempatan lagi," cetus dia.

Hal itu ia sampaikan kepada ribuan massa yang menghadiri kampanye akbar Djoss di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, Deli Serdang, kemarin. Kampanye itu dihadiri pula Ketua Umum PPP Romahurmuziy dan Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDI Perjuangan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan kedatangannya ke Sumatra Utara akan mengakselerasi program-program Jokowi. Apalagi, ia punya tekad yang harus ditunaikan, yakni berjihad melawan kebatilan yang menyengsarakan Sumatra Utara.

"Ibu-Bapak, memang saya hijrah ke Sumatra Utara. Untuk melakukan jihad. Jihad terhadap korupsi. Jihad melawan kemiskinan. Jihad melawan kebodohan. Jihad melawan narkoba," pekik calon gubernur nomor urut dua itu yang disambut riuh peserta kampanye.

Dalam sambutannya, Romahurmuziy mengatakan kombinasi Djarot-Sihar merupakan kombinasi yang seimbang yang dibutuhkan Sumut. Djarot merupakan pemimpin yang mendengarkan dan sudah teruji. Sihar ialah ahli keuangan yang diharapkan bisa menata APBD Sumatra Utara.

"Mantabkan hati kita. Bagi yang beragama Islam niatkan bismillah. Jangan kemudian kita tidak meniatkan bismillah karena kita yang akan kita pilih ialah pemimpin kita. Pemimpin yang kita anggap memiliki kemampuan," tegas Romahurmuziy.

Hati-hati

Megawati dalam orasinya meminta warga Sumatra Utara hati-hati dalam memilih pemimpin. Ia kemudian memberikan saran kepada calon pemilih yang masih belum menetapkan hati.

"Jadi, saya ingin membantu bagaimana caranya memilih orang. Apakah pemimpin itu kepada rakyatnya boleh berkata keras? Apakah orang itu kalau mau jadi pemimpin boleh menabok rakyatnya?"

"Tidak!!!" balas massa.

"Kalian sendiri yang mengatakan tidak. Artinya, kalau (ada calon pemimpin) melakukan itu, jangan dipilih. Karena lima menit nantinya tanggal 27 Juni, kalian akan menetapkan hak pilih kalian, penyesalannya lima tahun," tegasnya.

Sementara itu, kampanye akbar terakhir pasangan ca-lon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) digelar di Lapangan Merdeka, Medan. Kampanye dikemas dalam nuansa religius bertajuk Doa untuk Sumut Bermartabat.

Ustaz kondang Abdul Somad ikut menghadiri kegiatan tersebut. Ia berharap Sumatra Utara dipimpin oleh kepala daerah yang adil dan peduli pendidikan. "Pemimpin yang lahir dari hasil curang tidak akan mau peduli dengan akhlak generasi," katanya.

Edy mengatakan kegiatan yang ia gelar merupakan ikhtiar agar pilkada berjalan baik sekaligus memohon agar dilapangkan menjadi gubernur. (P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya