Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ELEKTABILITAS Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih mengungguli Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Demikian kesimpulan hasil survei Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) tentang arah dukungan pemilih di Pilkada Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur yang dipaparkan hari ini.
"Bila pemilihan presiden diadakan sekarang di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Jokowi unggul di atas calon-calon lain," ujar peneliti senior SMRC, Sirajuddin Abbas di Kantor SMRC, Jakarta, Jumat (22/6).
Sirajuddin mengatakan, dalam simulasi dua nama di Jawa Barat, Jokowi mendapatkan dukungan 48,3%, sedangkan Prabowo Subianto hanya 37,8%, dan yang belum menentukan pilihan 14%. Ia menambahkan, elektabilitas Jokowi sebagai calon presiden paling kuat pada massa pemilih Hasanuddin-Anton, yakni 75,6%. Selanjutnya pada massa pemilih Ridwan Kamil-UU 51,7% dan massa pemilih Deddy-Dedi 51,9%. Sementara pada masaa pemilih Sudrajat-Syaikhu, Jokowi hanya mendapat dukungan 17,8%, di bawah Prabowo 70,8%.
"Elektabilitas Hasanuddin-Anton dalam Pilgub berdampak sangat positif terhadap peluang Jokowi dalam Pilpres. Semakin besar elektabilitas Hasanuddin-Anton semakin besar peluang Jokowi dalam Pilpres. Ridwan Kamil-Uu dan Deddy-Dedi juga cenderung positif terhadap elektabilitas Jokowi namun nilainya tidak signifikan secara statistik. Elektabilitas kedua pasangan ini terlihat tidak punya pengaruh yang berarti terhadap Pilpres di Jawa barat," ungkapnya.
Berbeda dengan elektabilitas Sudrajat-Syaikhu. Pasangan calon ini berdampak positif terhadap peluang Prabowo dalam Pilpres. Semakin besar dukungan untuk Sudrajat-Syaikhu, semakin besar peluang Prabowo dalam Pilpres di Jawa Barat.
Untuk di Jawa Tengah, sambung dia, Jokowi sangat dominan dengan dukungan 73,5%, di atas Prabowo yang mendapat dukungan 16,7%, dan yang belum menentukan pilihan 9,8%. Dijelaskan Sirajuddin, Jokowi unggul atas Prabowo baik pada massa pemilh Ganjar-Taj Yasin maupun pada massa pemilih Sudirman-Ida.
"Ini menunjukkan bahwa elektabilitas Ganjar-Taj Yasin dalam Pilgub akan berdampak positif memperbesar elektabilitas Jokowi dalam Pilpres di Jateng. Sebaliknya, elektabilitas Sudirman-Ida dapat menurunkan elektabilitas Jokowi atau berdampak positif terhadap Prabowo," ungkapnya.
Di Jawa Timur, Jokowi mendapat dukungan 58,8%, Prabowo 29,6%, sementara yang belum menentukan pilihan 14,2%. Dia menjelaskan bahwa dukungan kepada calon presiden di Jawa Barat dan Jawa Tengah tampak terkait dengan elektabilitas calon-calon gubernur.
"Pilkada tampaknya tidak punya dampak yang berarti terhadap Pilpres di Jawa Timur," pungkasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved