Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH tidak menjabat Gubernur Sumatra Utara, Tengku Erry Nuradi memilih untuk memimpin Sekretariat Bersama (Sekber) Relawan Jokowi Sumatra Utara.
Dia dan tim relawan di Sumut mengaku berkonsentrasi untuk memenangkan Jokowi agar menjadi Presiden RI untuk periode kedua.
Ketika meresmikan tanda beroperasinya Sekretariat Bersama (Sekber) Relawan Jokowi Sumut di Markas DPD Partai NasDem Sumut Jalan Mongonsidi Medan, Jumat (22/6), Tengku Erry mengungkapkan besarnya perhatian Presiden Jokowi ke Sumut.
"Saya sebagai mantan pemimpin daerah di Sumut selama dua tahun sembilan bulan, merasakan benar bagaimana pemerintah pusat dipimpin Pak Jokowi sangat memerhatikan Sumut. Pak Presiden Jokowi adalah satu-satunya presiden yang sudah terlalu sering mengunjungi Sumut dibandingkan presiden sebelum-sebelumnya," kata Erry ketika memberikan sambutannya.
Peresmian Kantor Sekber Relawan Joko Widodo Sumut itu juga dihadiri oleh anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto.
Adapun organisasi relawan yang tercatat bergabung dalam Sekber Relawan Jokowi Sumut antara lain Bara JP, Almisbat, Seknas Jokowi, Arus Bawah Jokowi, Konsisten, Gerbang Swara, Solidaritas Merah Putih (Solmet), Duta Jokowi, Permata Djoss Jokowi, dan Arus Malaka.
Erry mengatakan bersedia menjadi ketua Sekber yang membawahi sekitar 20 organisasi relawan Jokowi di Sumut karena merasa peran Presiden Jokowi dalam membangun Sumut cukup besar.
Dia mengkisahkan ketika menjabat jadi Bupati Serdang Bedagai selama dua periode sejak 2005, dirinya sering diundang pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur di wilayah Sumut, tapi selalu pulang dengan tangan hampa.
"Namun sejak saya jadi wakil gubernur dan Gubernur Sumut, saya melihat peran Pak Jokowi dalam ikut membangun Sumut sunggh sangat besar," ujarnya.
Padahal, ujar Erry, daerah ini sedang mengalami turbulensi (guncangan) dalam kasus-kasus hukum yang melibatkan banyak pejabatnya. "Ditambah lagi dengan anggaran yang dimiliki Sumut ini sangat terbatas. Namun ternyata banyak infrastruktur yang dapat dibangun di Sumut dengan bantuan Pak Jokowi," ujarnya.
Dia mencontohkan kalau sejak 1987, Sumut baru memiliki jalan tol Belmera sepanjang 34 kilometer. Namun saat ini panjangnya sudah berkali-kali lipat dari panjang tol Belmera.
Sidarto Danusubroto mengatakan Jokowi adalah figur sederhana yang selalu menjawab hujatan dari berbagai pihak dengan kerja, kerja, dan kerja.
"Saya kenal Pak Jokowi sejak menjabat wali kota sampai menjadi presiden adalah orang yang humble dan sedernana dan tidak pernah berubah. Dia selalu memikirkan bagaimana rakyat Indonesia sejahtera. Oleh karena tidak ada alasan untuk menjadikan beliau untuk jadi presiden untuk periode ke dua," ujarnya. (A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved