Seluruh WNI yang Ditangkap di Yaman telah Dibebaskan
Andhika Prasetyo
01/4/2015 00:00
(Jubir Kemenlu Armanatha C Nasir.--(MI/Angga Yuniar))
SEBANYAK 24 warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap pemerintah Yaman telah dibebaskan. "Seluruh WNI yang ditangkap di Yaman sudah dibebaskan tadi pagi," ujar juru bicara Menteri Luar Negeri Armanatha Nasir.
Sebelumnya tercatat sebanyak 23 WNI yang ditahan di Sana'a, namun ketika pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) melakukan pemeriksaan ke penjara-penjara, ditemukan satu lagi WNI yang ternyata juga ditangkap.
"Tadi 15 WNI lagi sudah dibebaskan. Dan ternyata ada satu WNI juga yang tidak kami ketahui juga ditahan. Jadi total WNI yang dibebaskan hari ini 16 orang," lanjut Armanatha.
Tata, sapaan akrab Armanatha Nasir, mengatakan setelah dibebaskan, kemudian mereka dibawa ke KBRI di Sana'a. Dan sekarang mereka telah diberangkatkan ke wilayah Hudaida.
"Mereka dari Hudaida akan dikeluarkan dari Yaman dan dibawa ke Gizan, Arab Saudi," lanjutnya
Kondisi yang sangat mencekam di Yaman membuat pemerintah Indonesia menetapkan siaga satu dan sesegera mungkin mengevakuasi warga negara Indonesia yang berada di negara tersebut.
“Tidak ada satupun wilayah di Yaman yang saat ini bisa dikatakan aman,†imbuh jubir Menlu.
Ia mengatakan pemerintah Indonesia telah melakukan pendekatan dan pengumuman mengenai adanya evakuasi yang dilakukan untuk WNI di Yaman sejak Februari silam. Pendaftaran telah dibuka sejak Februari dengan evakuasi pertama dilakukan 1 Maret silam. Dan hingga saat ini sudah ada 148 WNI yang dipulangkan ke Indonesia.
Tata juga menambahkan bahwa sebelumnya seluruh bandara di Yaman ditutup dan baru kemarin bandara kembali dibuka. Itupun hanya beberapa jam dan hanya beberapa slot per hari.
“Kami menggunakan kesempatan tersebut seluruhnya untuk melakukan evakuasi,†ujar Armanatha. “Dan kami berharap seluruh WNI mau dievakuasi.â€
Ia mengatakan yang terpenting sekarang adalah memindahkan seluruh WNI dari Sana’a menuju Hudaida, wilayah yang masih dianggap aman jika dibandingkan dengan Sana'a.
Dan untuk memfasilitasi dan membantu seluruh WNI yang ada di Yaman, pemerintah mengatakan KBRI akan tetap dibuka.
“KBRI akan tetap buka. Akan ada tiga atau empat staf yang tetap berjaga di sana,†ujar Lalu Muhammad Iqbal, Direktur Perlindingan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia (PWHI-BHI) Kementerian Luar Negeri
Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri, mengatakan saat ini pemerintah memiliki tiga alternatif jalur evakuasi, yaitu melalui darat, udara, dan laut.
“Jalur darat bisa dilakukan melalui barat, yaitu wilayah Yaman yang berbatasan dengan Oman, dan timur, yang merupakan perbatasan dengan Arab Saudi, dan seluruh staf KBRI di negara dua negara tetangga tersebut sudah siap untuk memberikan bantuan. Setelah mereka di keluarkan dari Yaman baru setelah itu diterbangkan ke Indonesia,†imbuh Retno
“Yang terpenting adalah kami terus melakukan komunikasi dan terus melakukan evakuasi dengan aman dan cepat.â€
Menteri Luar Negeri dalam hal ini telah melakukan komunikasi dengan pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membantu proses evakuasi WNI di Yaman.
Panglima TNI, Jenderal Moeldoko menjelaskan, pihaknya masih menunggu perintah Presiden Joko Widodo melalui Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi untuk menyelamatkan Warna Negara Indonesia (WNI) yang hingga kini masih terjebak di negara yang sedang dilanda konflik tersebut.
"Saya sudah sampaikan kepada Menlu bahwa TNI Angkatan Udara telah disiagakan penuh. Menit ini juga bila diminta untuk berangkat ke Yaman,
kita siap. Kita tunggu perintah dari Presiden Jokowi melalui Menlu," kata Panglima TNI. (Ant/OL-3)