Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEBAT kandidat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi dan kabupaten/kota yang disiarkan langsung ke khayalak melalui frekuensi televisi dan radio dinilai berpengaruh ketika banyak yang menonton dan banyak pendengarnya.
Tidak hanya itu, pengaruh debat tersebut juga tergantung pada kondisi persaingan para peserta pilkada.
Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan hal itu saat dihubungi kemarin. "Contohnya di Sumatra Utara itu kan ketat sekali. Ibaratnya gesek sedikit atau unggul sedikit akan menentukan kemenangan. Namun, untuk yang jauh seperti Jawa Tengah, itu akan sulit," ungkapnya.
Menurut Qodari, debat itu akan berpengaruh juga ketika seberapa banyak yang menonton acara debat itu. Memang sepengetahuannya, ada variasi jumlah penonton acara debat antarprovinsi.
Di empat provinsi, kata dia, seperti Jawa Tengah, tingkat penonton debatnya paling tinggi hampir mencapai 20%, disusul Jawa Barat 10%, Sulawesi Selatan 7%, dan Sumatra Utara hanya 4%.
"Nah, jika bandingkan dengan Jakarta yang nonton debat kandidat lalu itu sampai 54% . Itu besar sekali. Makanya debat kali itu sangat berpengaruh," jelas Qodari.
Tadi malam, KPU Provinsi Jawa Tengah menggelar debat terakhir pilkada. Debat yang diselenggarakan di Rama Shinta Ballroom Patra Hotel and Convention Semarang dan disiarkan langsung sebuah televisi swasta itu menghadirkan pasangan cagub dan cawagub nomor urut 1 Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen dan pasangan nomor urut 2 Sudirman Said-Ida Fauziah.
Euforia Piala Dunia 2018 di Rusia menginspirasi suporter pasangan nomor 1 Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen. Mereka mengenakan jersey tim nasional Indonesia yang berwarna merah berstrip hijau. Warna merah hijau ini sesuai dengan warna partai Ganjar, yakni PDIP dan Taj Yasin yang dari PPP. Pada bagian depan jersey terdapat angka 1.
Debat mengambil tema Demokrasi, hukum, dan kawasan dengan lima segmen.
Lebih tertib
Debat terakhir Pilkada Jabar akan digelar di Grand Ballroom Sudirman Convention Centre Kota Bandung, Jabar, malam ini.
Kabag Hukum, Teknis, dan Hubungan Partisipasi Masyarakat KPU Jawa Barat, Teppy Darmawan, mengharapkan debat pamungkas ini berjalan dengan tertib, tidak seperti debat publik kedua di Universitas Indonesia, Depok bulan lalu, yang berlangsung ricuh.
Tema yang diangkat ialah Pembangunan manusia yang berkualitas untuk mempercepat kemajuan Jawa Barat."
Cawagub Jabar nomor urut empat, Dedi Mulyadi meminta tidak perlu ada pengerahan massa pendukung dari setiap pasangan calon pada acara debat publik putaran itu. "Tidak perlu ada pengerahan pendukung paslon, cukup 50 atau 100 oranglah," kata Dedi di Padalarang, Kab Bandung Barat, kemarin.
Dedi juga mendukung perubahan sistem debat kali ini yang meniadakan debat antarpasangan calon (head to head) demi menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
Cawagub nomor urut 3 Ahmad Syaikhu mengatakan pasangan Asyik siap tampil optimal pada debat itu. (AS/HT/DG/X-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved