Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
FORUM Komunikasi Masyarakat Sipil (FKMS) yang terdiri dari Renas 212 JPRI dan DPD LAI Jawa Timur melaporkan mantan Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Cara-cara semacam ini dinilai sebagai bentuk konpetisi yang dibangun dengan cara 'kacangan', manufer yang tidak sehat dalam berdemokrasi.
Sehubungan dengan ini, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Didik Mukrianto menyebut hal tersebut merupakan manufer yang tidak sehat dalam berdemokrasi jelang sisa waktu menuju tanggal 27 Juni 2018 sebagai puncak ajang pertarungan Pilkada.
"Dalam konteks situasi dan kondisi Politik Indonesia yang syarat dengan munculnya budaya politik yang tidak sehat dengan segudang isu penebaran berita bohong dan menyudutkan, serta penggunaan kekuasaan yang tidak sehat untuk menjegal dan membunuh lawan politik rupanya untuk sebagian orang yang tidak bertanggung jawab dijadikan senjata ampuh untuk menghancurkan lawan politiknya," ujarnya di Jakarta, Kamis (21/6).
Menurutnya cara berpolitik yang seperti itu hanya mengejar kekuasaan melalui cara-cara yang tidak beradab dengan mengatasnamakan hukum dan demokrasi. Ia menilai upaya tersebut dilakukan untuk membunuh karakter para pendukung termasuk para parpol pendukung paslon Khofifah-Emil yang semakin solid membangun koalisi dan mendapat kepercayaan rakyat.
"Itu menjadi tingkat kepanikan yang tinggi karena jagonya berpotensi kalah dan tidak bisa lagi secara rasional di tingkatkan. Bisa saja di sisi lain, karena banyaknya tokoh, kepala daerah yang diusung parpol pengusung paslon lain yang terseret persoalan hukum dan ditangkap KPK juga cukup banyak. Saya yakin ini juga menjadi faktor yang mempengaruhi kepercayaan dan keyakinan masyarakat jatim berpindah ke Khofifah-Emil," tandasnya.
Pihaknya menilai sejak awal pendukung Khofifah-Emil sudah waspada akan hal itu. Sehingga apabila ada pemberitaan yang tidak benar sudah tidak mengagetkan lagi.
"Menurut saya itu cara kacangan. Cara kuno dalam berdemokrasi dan tidak mungkin termakan. Biar mereka hancur dengan energi negatif yang mereka bangun sendiri," pungkasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved