Djarot dan Edy hanya Beda 0,9%

M Taufan SP Bustan
21/6/2018 08:40
Djarot dan Edy hanya Beda 0,9%
(Indo Barometer/L-1)

PEMILIHAN Gubernur Sumatra Utara pada 27 Juni mendatang akan berlangsung sengit.

Pasalnya, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Djarot Saiful -Sihar P H Sitorus bersaing ketat dengan calon gubernur dan wakil gubernur Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.

Kedua pasangan calon itu berdasarkan hasil survei terbaru Indobarometer yang dilakukan 26 Mei hingga 2 Juni di 33 kabupaten/kota Sumatra Utara (Sumut) memperoleh hasil elektabilitas yang berbeda tipis, yakni hanya 0,9%.

Direktur Indobarometer Muhammad Qodari menyebutkan, dari hasil survei yang menggunakan 800 orang sebagai responden itu pasangan Djarot-Sihar meraih elektabilitas 37,8%, sedangkan pasangan Edy-Musa meraih 36,9%. Sementara itu, responden yang tidak memberikan pilihan atau jawaban sebanyak 3,46%.

"Jadi, memang bedanya sangat tipis sekali karena hanya 0,9%. Ini persaingannya sangat ketat," terangnya saat menyampaikan hasil survei Indobarometer kepada pers di FX Sudirman, Senayan, Jakarta, kemarin.

Menurut Qodari, tingkat kepercayaan hasil survei yang mereka lakukan mencapai 95%. "Bisa dikatakan layak untuk dipercaya," jelasnya.

Di Jawa Barat, dalam survei Indobarometer pada 7 hingga 13 Juni, calon Gubernur Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) mengungguli tiga pasangan lainnya. "Jika pilkada dilakukan saat survei (7 Juni) maka pasangan Rindu sudah pasti menang," jelas Muhammad Qodari.

Menurutnya, pasangan Rindu mengalahkan tiga pasangan lainnya. Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi meraih elektabilitas 30,1%. Perolehan pasangan ini pun hanya beda sekitar 6% lebih dengan pasangan Rindu. "Persaingan ketat itu hanya ada di pasangan Rindu dan pasangan 2DM," ungkapnya.

Di Jawa Tengah, dalam survei Indobarometer pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Taj Yasin diprediksi akan menang. Ganjar dan Yasin memperoleh tingkat elektabilitas tertinggi, yakni 67,3%, sedangkan lawannya yakni, pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah hanya meraih 21,1%.

"Menang telak (Ganjar-Yasin) karena perolehan elektabilitasnya kan sangat tinggi," terang Qodari.

Di Sulawesi Selatan, berdasarkan hasil survei, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman unggul dari seluruh kandidat. Mereka meraih 31,8%.

Stigma negatif

Pada bagian lain, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini melihat adanya kemungkinan polemik penunjukan Plt Gubernur Jabar Komjen M Iriawan berdampak terhadap kontestasi pilkada itu.

"Terutama dengan calon yang dianggap berafiliasi dengan Komjen Iriawan. Bisa muncul stigma negatif pada paslon akibat spekulasi dan kontroversi yang berkembang," terang Titi saat dihubungi kemarin.

Terkait dengan kampanye hitam, cawagub Jabar Dedi Mulyadi sudah memaafkan Endang Ewed, 81, warga kampung Jayanti, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur yang mengaku sebagai dukun yang mendukungnya. "Saya maafin, kasihan. Saya anggap ini bagian pengujian kesabaran," ujarnya. (Dro/DG/AD/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya