Khofifah Berjanji Utamakan Aspirasi Rakyat

Bagus Suryo
19/6/2018 21:53
Khofifah Berjanji Utamakan Aspirasi Rakyat
( MI/Bagus Suryo)

CALON Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan lebih mengutamakan aspirasi rakyat guna mencegah terjadinya monopoli tafsir kebijakan yang kerap dilakukan oleh kepala daerah.

Dalam silaturahmi alim ulama di Malang, Jawa Timur, Selasa (19/6), mantan Mensos itu berkomitmen mengedepankan masukan masyarakat dari bawah ketika nanti terpilih menjadi Gubernur Jatim bersama Wakil Gubernur Emil Dardak.

"Kami berangkat dari rakyat, jadi kebersamaan dengan rakyat sebuah keniscayaan. Jadi dari rakyat kita mendengar sehingga buttom up," tegasnya.

Dengan begitu kebijakan yang diambil oleh kepala daerah benar-benar hasil mendengar aspirasi yang berkembang dari rakyat dan bukannya dari menafsirkan sendiri.

"Sehingga kedepan tidak ada monopoli tafsir. Pengambilan kebijakan itu terlahir dari seorang pemimpin yang memberikan jawaban dan solusi atas rakyat yang dipimpinnya," ujarnya.

Khofifah menyatakan hal itu lantaran debat paslon terakhir nanti bertema tata kelola pemerintahan yang baik.

Dalam hal ini, Khofifah mengaku ketika menjabat Mensos dan Emil Dardak sebagai Bupati Trenggalek, sudah berpengalaman dalam mengambil kebijakan sekaligus mampu memutuskan pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat.

"Kami punya pengalaman yang tidak dimiliki paslon sebelah. Tidak ada keputusan wagub, yang ada kebijakan di gubernur," tuturnya.

Saat menjabat Mensos, Khofifah mengaku mampu membuat perubahan lebih baik, misalnya, soal undian berhadiah.

Saat itu, masyarakat bisa mengakses dengan mudah pelayanan publik di Kemensos. Alhasil, Ombudsman dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan apresiasi setelah uji publik dana masyarakat dimasukkan ke KPK.

Penghargaan lain juga diperolehnya dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi termasuk juga dari Kementerian Keuangan.

"Itu layanan publik yang sudah saya lakukan selama menjadi Mensos. Sehingga soal tata kelola pemerintahan, kami punya bukti, bukan janji," tandasnya.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya