Akan Ada Kejutan Terkait Cawapres Jokowi

Nur Aivanni
18/6/2018 08:45
Akan Ada Kejutan Terkait Cawapres Jokowi
(MI/ BARY FATHAHILAH)

PRESIDEN Joko Widodo terus mematangkan kandidat calon wakil presiden yang akan mendampinginya dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Pembahasan nama tersebut terus dilakukannya dengan menemui ketua umum partai politik pendukungnya.

"Soal cawapres, RI-1 masih berjumpa bilateral dengan para ketum parpol koalisi. Sambil memantapkan anggota final koalisi. Dari beberapa kali pertemuan, masih banyak nama yang dibahas," ungkap Ketua Umum PPP M Romahurmuziy kepada Media Indonesia, kemarin.

Pada Selasa (12/6) Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri bertemu Presiden di Istana Batu Tulis, Bogor. Pertemuan itu membahas kandidat cawapres. Dengan PPP, Jokowi telah menemui Romahurmuziy di awal pekan bulan ini.

Pria yang disapa Romy itu menambahkan, seusai pilkada serentak yang akan digelar pada 27 Juni nanti, akan ada sejumlah partai politik yang merapat ke koalisi pendukung Joko Widodo. Dengan begitu, Jokowi akan didukung delapan parpol.

"Insya Allah, setelah pilkada, masih akan tambah tiga parpol parlemen lagi. Masalahnya tiga parpol ini sepaket. Pilihannya tinggal apakah mereka bentuk koalisi sendiri atau gabung dengan salah satu," ucapnya.

Saat ini lima partai politik telah menyatakan dukungan mereka kepada Jokowi untuk maju kembali dalam pemilihan presiden. Mereka ialah PDIP, NasDem, Golkar, Hanura, dan PPP. PKB juga mendukung Jokowi dengan syarat Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menjadi cawapres.

Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate menambahkan, Jokowi akan memberikan kejutan soal cawapres yang akan dipilihnya. Jokowi akan mengumumkan itu ke publik. "Saat ini masih jadi rahasia. Kita siapkan efek surprise-nya. Namun, yang pasti terobosan politik terus dilakukan sepanjang Ramadan ini," tutur Johnny.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pun mengakui pembicaraan kursi cawapres dilakukan Jokowi kepada seluruh partai pengusung.

Meski demikian, ia mengatakan belum ada pembahasan mengerucut ke nama-nama calon. "Sejauh ini belum ada. Tentunya pembicaraan antara Presiden dengan ketua umum partai cukup cair," Airlangga menegaskan.

Jawab tantangan

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang juga politikus Golkar menambahkan, ada beberapa kriteria yang dirasa tepat untuk mendampingi Jokowi.

Hal itu disampaikan Bamsoet di acara open house di Kantor DPP NasDem, Jumat (15/6) lalu. Ia kompak membahas calon wapres Jokowi bersama dengan Ketua umum NasDem Surya Paloh.

"Cawapres masih sekitar nama-nama yang saat ini beredar. Yang pasti orang tersebut harus bisa menjawab tantangan-tantangan ekonomi, terutama ekonomi nonmakro, yaitu mikro," jelas Bamsoet.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku tidak berniat maju pada Pilpres 2019. "Saya sudah tidak niat. Saya ingin istirahat, mengurus pendidikan dan mengurus agama," ujarnya di Makassar, kemarin.

Keinginan tersebut bukan dipicu persoalan umur dan kesehatan. "Ini masalah konstitusi dan untuk mengangkat yang muda-muda." (Pol/Uta/LN/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya